Penjelasan Bupati Soal Satpol PP Bubarkan Posko Tolak Kenaikan PBB

Bupati Pati Sudewo.(Foto : Liputan6/Arief)
Bupati Pati Sudewo.(Foto : Liputan6/Arief)

Penagar.id – Langkah pembubaran posko penggalangan dana oleh Satpol PP Kabupaten Pati menuai perhatian publik.

Posko tersebut diketahui milik massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, yang menyuarakan penolakan terhadap kebijakan penyesuaian tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Momen pembubaran yang terjadi di kawasan Alun-alun Pati itu terekam dan menyebar luas di media sosial.

Bupati Pati, Sudewo, memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut.

Ia menyebut bahwa kehadiran Satpol PP bukan untuk membungkam aksi, melainkan bagian dari persiapan menjelang prosesi kirab hari jadi Kabupaten Pati yang akan digelar Kamis (7/8/2025).

“Satpol PP hanya untuk memperlancar prosesi kirab boyongan dari pondok Kemiri sampai Pendopo Kabupaten Pati. Supaya tertib dan lancar,” kata Sudewo, Selasa (6/8/2025) dilansir detikcom.

Baca Juga :  Nelayan Tabongo Ditemukan Meninggal Dunia usai Dilaporkan Hilang di Danau Limboto 

“Karena di situ memang sesuai peraturan daerah tidak boleh dipakai untuk tempat seperti itu,”  sambungnya.

Sudewo menegaskan bahwa aksi menggalang donasi maupun demonstrasi tetap diperbolehkan selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan.

Baca Juga :  Bantah Jadi Penyebab UMKM Terganggu, Pedagang Thrifting Sentil Produk Impor China

“Kalau soal mengumpulkan dana tidak masalah silakan. Mau demo silakan yang penting tertib jangan anarkis,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa suara masyarakat menjadi pertimbangannya dalam mengambil kebijakan.

“Kritikan masukan itu saya dengar. Karena niat saya ini betul untuk membangun Kabupaten Pati. Jadi saya akan berusaha maksimal dandani memperbaiki Kabupaten Pati,” ucap dia.

Sebelumnya, situasi di lokasi sempat memanas. Aparat Satpol PP mencoba bernegosiasi dengan massa, namun tidak berjalan mulus.

Dalam proses pembubaran, terjadi ketegangan yang disertai adu mulut. Bahkan, massa sempat merebut hasil donasi yang telah dikumpulkan dan menduduki truk Satpol PP. Sebagian barang donasi juga dilempar ke jalan.

Baca Juga :  Dewan Pers Minta Semua Pihak Hormati Kebebasan Pers Usai Istana Cabut ID Card Peliputan 

Ketegangan semakin meningkat saat massa berkonfrontasi langsung dengan Plt Sekda Pati, Riyoso. Bentrokan verbal pun tak terhindarkan.

Pemicu utama dari aksi ini adalah keputusan Pemerintah Kabupaten Pati yang menaikkan tarif PBB-P2 hingga sekitar 250 persen.  Kenaikan tersebut disebut sebagai bentuk penyesuaian setelah 14 tahun tidak mengalami perubahan.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."