Mees Hilgers Batal Bela Timnas di FIFA Matchday September

Mees Hilgers (Foto: Jalu Pamuncar/detikSport)
Mees Hilgers (Foto: Jalu Pamuncar/detikSport)

Penagar.id – Mees Hilgers dipastikan batal memperkuat Timnas Indonesia pada FIFA Matchday bulan September 2025.

Padahal, nama Hilgers sebelumnya sudah masuk dalam daftar 27 pemain pilihan pelatih Patrick Kluivert untuk laga uji coba menghadapi Taiwan pada 5 September dan Lebanon pada 9 September di Surabaya, Jawa Timur.

Namun hingga Rabu (3/9), bek FC Twente itu tak kunjung tiba di Surabaya ketika skuad Garuda sudah menjalani latihan perdana. Kondisi tersebut akhirnya membuat susunan pemain harus mengalami perubahan.

Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) melalui laman resmi Kita Garuda memastikan absennya sang bek tengah.
“Pemain belakang Timnas Indonesia, Mees Hilgers, dipastikan tidak dapat bergabung bersama skuad Garuda pada ajang FIFA Match Day bulan September 2025,” tulis pernyataan resmi.

Baca Juga :  Tiga Pemain Masuk Daftar Incaran Real Madrid

Kabar ketidakhadiran Hilgers diumumkan pada Rabu siang. Ia dikonfirmasi absen karena sedang fokus menyelesaikan proses perpindahan klub di Eropa. Maklum, saat ini merupakan detik-detik akhir bursa transfer musim panas.

Absennya Hilgers membuat stok bek tengah Garuda hanya menyisakan Jordi Amat, Justin Hubner, Jay Idzes, dan Rizky Ridho.

Baca Juga :  Misi Bangkit Persib Diuji Arema FC di Blitar, Skuad Timpang Jadi Tantangan

Sebagai gantinya, tiga nama baru dipanggil untuk memperkuat lini belakang dan menambah opsi di skuad. Mereka adalah Mauro Zijlstra, Miliano Jonathans, serta Adrian Wibowo.

Dengan bergabungnya wajah-wajah baru, Patrick Kluivert diharapkan tetap bisa menjaga keseimbangan tim meski kehilangan salah satu bek andalan.

Baca Juga :  Liverpool Terjungkal Usai Start Sempurna di Awal Musim

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."