Tambang Balayo Pohuwato Terus Beroperasi, Larangan Cuma Pajangan?

Tambang Balayo Pohuwato Terus Beroperasi.(Foto : Dok. Ist.)
Tambang Balayo Pohuwato Terus Beroperasi.(Foto : Dok. Ist.)

Penagar.id – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, masih terus terjadi.

Papan larangan dengan ancaman pidana sesuai undang-undang Minerba Pasal 158 terpampang di lokasi, seolah hanya menjadi hiasan.

Belasan alat berat ekskavator terus menggali lahan di sekitar Desa Balayo, hingga Rabu (24/9/2025). Selain pantauan tim di lapangan, kebenaran informasi ini juga diperkuat dengan keterangan warga sekitar.

“Dekat pertigaan masuk ke lapas itu ada yang kerja,” ujar salah sorang warga yang enggan namanya disebutkan.

Baca Juga :  Aktivitas PETI Desa Bihe Meluas, Dua Alat Berat Beroperasi Tanpa Izin

“Di pinggir jalan masih banyak Excavator yang beroperasi,” lanjutnya.

Dampak dari aktivitas ilegal ini terlihat jelas di lapangan hingga memincu kekhawatiran dari warga sekitar lokasi.

Baca Juga :  Menelisik Masuknya Perusahaan Sawit di Pulubala: Nestapa dibalik Sengkarut Polemik Tak Berujung 

Air sungai di sekitar Balayo keruh, lahan pertanian rusak, dan hutan semakin gundul.

Potensi longsor hingga kerusakan lingkungan jangka panjang tak terelakkan. Belum lagi potensi penyakit yang ditimbulkan.

Kasus PETI di Pohuwato bukan hal baru. Aktivitas pertambangan ilegal di wilayah itu sudah lama menjadi sorotan karena mengancam ekosistem sekaligus menimbulkan kerugian negara.

Baca Juga :  PT Banyan Tumbuh Lestari dan Janji yang Diingkari

Pemerintah sebelumnya telah memasang papan larangan dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun dan denda Rp100 miliar, namun hingga kini aturan tersebut belum dijalankan secara efektif.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Polisi Kehutanan (Polhut) terkait aktivitas ini. Petugas Kepolisian setempat juga enggan menanggapi.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."