Banyak Lahan Tak Produktif, DPRD Provinsi Gorontalo Minta HGU Sawit di Evaluasi

Suasana Rapat Paripurna ke-52 DPRD Provinsi Gorontalo dengan agenda penyampaian laporan akhir dan rekomendasi resmi hasil kerja Pansus Sawit, Senin (6/10/2025).(Foto : Dok. Ist.)
Suasana Rapat Paripurna ke-52 DPRD Provinsi Gorontalo dengan agenda penyampaian laporan akhir dan rekomendasi resmi hasil kerja Pansus Sawit, Senin (6/10/2025).(Foto : Dok. Ist.)

Penagar.id – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, menyoroti kondisi pengelolaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik sejumlah perusahaan sawit di daerah itu.

Ia mengungkapan, dari ribuan hektare lahan yang telah diberikan izin, hanya sebagian kecil yang benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produksi.

Menurut Thomas, situasi tersebut menimbulkan kerugian bagi daerah sekaligus menghambat kesejahteraan petani plasma yang seharusnya memperoleh manfaat ekonomi dari kehadiran industri sawit.

“Ada selisih dari HGU yang begitu luas, tapi yang dikerjakan hanya sebagian. Yang dirugikan adalah rakyat,” ujar Thomas dalam Rapat Paripurna ke-52 dengan agenda penyampaian laporan akhir dan rekomendasi resmi hasil kerja Pansus Sawit, Senin (6/10/2025).

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Minta Warga Laporkan Leasing Nakal

Ia menambahkan, kerja Panitia Khusus (Pansus) Perkebunan Kelapa Sawit DPRD telah membuka banyak temuan penting di lapangan dan memberikan arah bagi penataan ulang tata kelola sektor sawit di Gorontalo.

DPRD Provinsi Gorontalo kini mendorong agar seluruh hasil rekomendasi yang telah disusun benar-benar dijalankan oleh pemerintah daerah bersama pihak terkait.

Baca Juga :  Isu Kesehatan Ibu hingga Kemiskinan Jadi Sorotan Pansus DPRD Provinsi Gorontalo

“Langkah ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan sistem pengelolaan lahan sawit agar lebih transparan, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” kata Thomas.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."