Penagar.id – Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo turun langsung ke Desa Bunggalo, Kecamatan Telaga Jaya, untuk meninjau proses pemutakhiran Data Terpadu Ekonomi dan Sosial Nasional (DTESN) di tingkat desa.
Kunjungan kerja ini dilakukan guna memastikan validitas data warga yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial.
Langkah tersebut diambil menyusul temuan adanya ketidaksesuaian antara data resmi dengan kondisi faktual masyarakat.
DPRD menilai, ketepatan data menjadi faktor krusial agar program bantuan pemerintah tidak melenceng dari sasaran.
Dalam pertemuan itu, Sekretaris Desa Bunggalo memaparkan masih adanya perbedaan data antara yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) dan data yang dimiliki pemerintah desa.
Ketidaksinkronan tersebut dinilai berpengaruh langsung terhadap efektivitas distribusi bantuan sosial.
Ia menyebut, sejumlah warga yang secara ekonomi tergolong mampu masih terdaftar sebagai penerima bantuan.
Di sisi lain, terdapat masyarakat yang dinilai layak, namun belum masuk dalam daftar penerima karena keterbatasan dan ketertinggalan pembaruan data.
Kondisi tersebut memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat desa.
Pemerintah desa pun mendorong adanya pembaruan data secara rutin agar penyaluran bantuan lebih adil dan mencerminkan kondisi ekonomi warga yang sebenarnya.
Pihak Pemerintah Desa Bunggalo berharap BPS dapat melakukan pemutakhiran data secara berkala, baik bulanan maupun setidaknya setiap tiga bulan.
Pembaruan yang konsisten dinilai dapat menciptakan basis data yang lebih tertib dan akurat.
Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo merespons positif aspirasi tersebut.
Mereka menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, BPS, dan instansi terkait agar DTESN benar-benar menjadi instrumen yang menjamin keadilan sosial dalam program bantuan pemerintah.






