Sepi Siswa, DPRD Provinsi Gorontalo Dorong Solusi Terhadap SMK di Boalemo

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Fraksi PKS, Gustam Ismail.(Foto : Dok. Ist.)
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Fraksi PKS, Gustam Ismail.(Foto : Dok. Ist.)

Penagar.id -Kunjungan kerja Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo ke SMK Negeri 1 Mananggu mengungkap persoalan serius terkait angka siswa yang terus merosot.

Saat ini, hanya 84 pelajar yang tercatat aktif di sekolah tersebut, meski fasilitas dan tenaga pengajar dinilai sangat memadai.

Hal ini langsung mendapat perhatian dari anggota DPRD Provinsi Gorontalo Fraksi PKS, Gustam Ismail.

Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan rasa prihatin atas menurunnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SMK yang telah berdiri sejak 2004 ini.

Baca Juga :  Reses, Hamzah Idrus Komit Dukung Petani dan Warga Kurang Mampu di Longalo

“Ini sangat memprihatinkan. Sekolah ini luas, fasilitasnya lengkap, dan didukung oleh guru-guru yang kompeten. Tapi animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sini sangat rendah,” ujar Gustam, Kamis (8/5/2025).

Dari hasil pertemuan tersebut, dua masalah utama pun teridentifikasi. Pertama, tantangan aksesibilitas karena lokasi sekolah yang cukup jauh dan minimnya moda transportasi.

Baca Juga :  DPRD Ingatkan Pemprov Soal Aset Tak Bersertifikat

Kedua, masih kuatnya pandangan konservatif sebagian orang tua—khususnya dari kalangan nelayan—yang menilai pendidikan bukanlah kebutuhan utama untuk profesi mereka.

“Mereka beranggapan bahwa menjadi nelayan tidak membutuhkan pendidikan. Padahal ini adalah pemikiran yang perlu diluruskan. Zaman sekarang, teknologi dan manajemen tangkap ikan pun perlu ilmu,” tambah Gustam.

Menjawab kondisi ini, Komisi IV DPRD memastikan akan membawa isu ini ke meja pembahasan bersama Dinas Pendidikan Provinsi.

Baca Juga :  Komisi IV Deprov Dorong Revitalisasi Stadion Lewat Dukungan Pusat

Rencana aksi yang sedang dipertimbangkan mencakup penyediaan transportasi bagi siswa, serta strategi kampanye pendidikan yang lebih intensif di wilayah pesisir.

“Sosialisasi dari pihak sekolah ke SMP-SMP sudah dilakukan, tapi belum maksimal. Kami akan bantu memikirkan langkah yang lebih sistematis agar sekolah ini tetap bertahan dan diminati masyarakat,” tutup Gustam.

**Cek berita dan artikel terbaru kami. Klik untuk Ikuti WhatsApp Channel Penagar.id