Awak Kapal Asal Indonesia Tewas dalam Kebakaran Kapal Pesiar di Singapura

Kapal pesiar World Legacy.(Foto: Malay Mail)
Kapal pesiar World Legacy.(Foto: Malay Mail)

PENAGAR – Tragedi kebakaran mengguncang kapal pesiar World Legacy di perairan lepas pantai Singapura, Jumat (20/2/2026).

Dalam insiden tersebut, seorang awak kapal berkewarganegaraan Indonesia dilaporkan meninggal dunia saat kapal tengah berlayar membawa ratusan penumpang menuju Singapura.

Otoritas pelabuhan setempat, Maritime and Port Authority of Singapore (MPA), memastikan api berhasil dikendalikan dan situasi di atas kapal telah aman.

Baca Juga :  Nasib SEA Games 2025 di Tengah Konflik Thailand-Kamboja

Dalam laporanya, AFP menyebut proses evakuasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan maritim internasional.

“Awak kapal yang meninggal dunia, warga negara Indonesia, telah dipindahkan ke darat,” ungkap laporan tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi, tidak ada korban luka lain di antara kru maupun 271 penumpang yang berada di atas kapal saat kejadian.

Namun, empat penumpang tetap dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan sebagai langkah antisipasi pascakebakaran.

Baca Juga :  Direktur RSUD Otanaha dr. Grace Tumewu Diperiksa APH Terkait Penggunaan Dana PEN

Investigasi awal mengindikasikan titik api bermula dari area lounge yang berada di dek sembilan kapal pada Jumat dini hari. Hingga kini, otoritas maritim masih mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut.

Kapal pesiar berbendera Liberia yang dioperasikan oleh perusahaan berbasis Singapura, World Cruises, itu selama ini dikenal sebagai kapal wisata yang menawarkan pengalaman hiburan eksklusif di laut lepas.

Baca Juga :  HMI Soroti Kelalaian Bea Cukai dalam Penanganan Barang Ilegal

Pasca-insiden, kapal dilaporkan dalam kondisi stabil dan telah berlabuh di kawasan Raffles Reserved Anchorage untuk pemeriksaan lebih lanjut serta penilaian keselamatan sebelum diizinkan kembali beroperasi.

 

Artikel ini telah tayang sebelumnya dengan judul “WNI Tewas dalam Kebakaran Kapal Pesiar di Pantai Singapura”