BRI Finance Catatkan Pertumbuhan Bisnis Resilien Di Tengah Perubahan Nilai Tukar Rupiah

Jakarta, 2 Juni 2026 – Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi dinamika industri otomotif dan pembiayaan tahun ini. Kendati demikian, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) melihat peluang pertumbuhan pembiayaan kendaraan masih terbuka seiring tetap terjaganya permintaan masyarakat terhadap kendaraan sebagai sarana mobilitas maupun penunjang aktivitas produktif.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Perubahan nilai tukar rupiah dapat memberikan tekanan terhadap harga kendaraan yang pada akhirnya berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat dan permintaan pembiayaan. Karena itu, kami terus mencermati perkembangan pasar dan melakukan penyesuaian strategi bisnis secara adaptif.”

Baca Juga :  Kolaborasi Alumni BINUS Warnai di IIETE 2026, Buka Peluang Berkarier untuk Gen Z di Industri dan Tampilkan Sinergi Kampus Hingga Industri Kreatif

Di tengah kondisi tersebut, BRI Finance tetap mampu menjaga kualitas pembiayaan dan pertumbuhan bisnis secara sehat. Hingga April 2026, rasio Non-Performing Financing (NPF) Perseroan tercatat sebesar 2,40%, masih berada dalam batas yang ditetapkan regulator.

Dari sisi penyaluran pembiayaan, segmen kendaraan masih memberikan kontribusi signifikan terhadap portofolio perusahaan. Pembiayaan mobil baru tercatat menyumbang 34,75% terhadap total portofolio pembiayaan BRI Finance, sementara pembiayaan mobil bekas berkontribusi sebesar 8,82%.

Baca Juga :  Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan

Capaian tersebut menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan kendaraan masih cukup resilien meskipun pasar dihadapkan pada berbagai tantangan eksternal.

“Prospek pembiayaan kendaraan hingga akhir tahun masih memiliki peluang pertumbuhan yang baik. Kebutuhan mobilitas masyarakat yang tetap tinggi serta permintaan kendaraan yang masih terjaga pada sejumlah segmen menjadi faktor yang mendukung optimisme tersebut,” jelas Dhani.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mengantisipasi dampak volatilitas nilai tukar, BRI Finance terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas portofolio pembiayaan, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan. Perseroan juga mempererat kolaborasi dengan dealer dan mitra strategis guna menghadirkan program pembiayaan yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga :  Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, LRT Jabodetabek Lakukan Uji Coba tambah Frekuensi Perjalanan di Jam Sibuk Pagi Mulai 8 Juni 2026.

Melalui langkah-langkah tersebut, BRI Finance optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus memberikan solusi pembiayaan yang relevan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

Artikel ini ditulis oleh Mitra Penagar.id yang berkolaborasi dalam mempublikasikan artikel kemitraan strategis terkait promosi produk dan layanan jasa secara informatif dengan tetap menjaga standar estetika media.