Gedung Humas Kementerian ATR/BPN Terbakar, Penyebabnya Masih Diselidiki

Ilustrasi. Kebakaran melanda gedung humas Kementerian ATR/BPN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (8/2) malam.(Foto : Ist.)
Ilustrasi. Kebakaran melanda gedung humas Kementerian ATR/BPN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (8/2) malam.(Foto : Ist.)

Penagar.id, NASIONAL – Kebakaran melanda gedung humas Kementerian ATR/BPN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (8/2) malam.

Melansir detikcom, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri kini tengah menginvestigasi sumber kebakaran yang terjadi.

Empat personel Puslabfor Polri telah tiba di area kejadian pada Minggu (9/2/2025) sekitar pukul 11.33 WIB

Mereka mengenakan pakaian pelindung serta helm putih saat memasuki gedung yang hangus terbakar.

Baca Juga :  Hakim PT Pontianak Bebaskan WN China yang Keruk 774 Kg Emas, Ini Jumlah Kerugian Negara

Selain itu, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dari Polres Metro Jakarta Selatan juga hadir untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga saat ini, tim investigasi masih bekerja di dalam gedung guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Baca Juga :  Besok, Hasto Kristiyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Harun Masiku

Peristiwa kebakaran tersebut bermula pada pukul 23.09 WIB. Petugas pemadam kebakaran segera merespons dan tiba di lokasi tujuh menit kemudian, tepatnya pukul 23.16 WIB.

Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.45 WIB, sehingga kebakaran tidak menyebar lebih luas.

Baca Juga :  Manuver Bisnis Suami Puan Maharani, Ketua DPR-RI 2024-2029

Plt Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengungkapkan bahwa penyebab awal kebakaran diduga akibat korsleting listrik pada perangkat pendingin ruangan.

“Dugaan penyebab diduga korsleting perangkat AC,” kata Satriadi.(*)


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."