Ghalieb Lahidjun Usulkan Mahasiswa Terlibat Awasi Pansus DPRD

Masa aksi HMI saat diterima di ruang sidang Gedung DPRD Provinsi Gorontalo. (Foto: Dok. Ist.)
Masa aksi HMI saat diterima di ruang sidang Gedung DPRD Provinsi Gorontalo. (Foto: Dok. Ist.)

Penagar.id -Menanggapi kritik publik terkait efektivitas Panitia Khusus (Pansus) di DPRD Provinsi Gorontalo, salah satu anggota legislatif dari Fraksi Partai Golkar, Moh. Abd. Ghalieb Lahidjun, menyuarakan ide segar yang menekankan pentingnya kolaborasi.

Ia mengusulkan keterlibatan mahasiswa dalam proses kerja Pansus, terutama pada isu-isu besar seperti sektor pertambangan dan kelapa sawit.

Usulan ini disampaikan Ghalieb saat berdialog dengan massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Sulutgo yang melakukan demonstrasi di gedung DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (5/5/2025).

Dalam pertemuan itu, Ghalieb menekankan pentingnya membuka akses yang lebih luas dalam proses pengawasan dan legislasi.

Baca Juga :  Femmy Udoki Salurkan Bibit Jagung untuk Petani Bone Bolango

“Transparansi bukan hanya slogan, tapi harus diwujudkan dalam praktik. Kehadiran mahasiswa atau kelompok eksternal dalam proses pembahasan Pansus akan menjadi kekuatan moral dan kontrol publik yang sangat penting,” ujar Ghalieb.

Ia menyadari bahwa keputusan final dalam Pansus berada di tangan dewan, namun kehadiran unsur eksternal saat mendengar masukan dari berbagai pihak dinilai dapat memperkaya diskusi dan memperkuat keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  KPK Ambil Alih Kasus Sawit Gorontalo, Kunjungan Dijadwalkan November

Untuk merealisasikan gagasan ini, Ghalieb menyatakan komitmennya untuk membawa usulan tersebut ke rapat internal dewan.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara DPRD dan organisasi mahasiswa agar fungsi pengawasan publik berjalan dinamis, bukan sekadar reaksi dari aksi jalanan.

Baca Juga :  Ridwan Monoarfa Soroti Kondisi Salah Satu SD di Gorontalo Utara

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."