Hadiri Cap Go Meh, Menteri Kebudayaan Sebut Tradisi Ini Gerakkan Ekonomi dan Budaya

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat menghadiri perayaan Malam Cap Go Meh di Vihara Amurva Bhumi, Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (11/2/2025). (Foto : Dok. Kemenag)
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat menghadiri perayaan Malam Cap Go Meh di Vihara Amurva Bhumi, Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (11/2/2025). (Foto : Dok. Kemenag)

Penagar.id, NASIONAL – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menghadiri perayaan Malam Cap Go Meh di Vihara Amurva Bhumi, Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (11/2/2025).

Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Menurut Fadli Zon, Cap Go Meh bukan sekadar penutup perayaan Tahun Baru Imlek, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat dari berbagai kalangan.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan hiburan serta kuliner yang menarik bagi pengunjung.

Baca Juga :  Pemerintah: Korban PHK Dapat Uang Tunai Hingga 6 Bulan

“Saya kira ini sebuah pesta rakyat yang sangat menjadi tradisi yang sudah panjang, semoga terus berjalan dan hidup di tengah masyarakat kita dan ini juga menggerakkan ekonomi budaya dan budaya dari kita sendiri,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk merawat, mengembangkan, serta memanfaatkan tradisi seperti ini agar tetap lestari di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Manasik Kesehatan Digagas untuk Tekan Angka Kematian Jemaah Haji

Sementara itu, Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Menteri Kebudayaan.

Baginya, kehadiran Fadli Zon menunjukkan komitmen dalam menjaga cagar budaya dan memperkuat tradisi keagamaan serta budaya di Indonesia.(*)

Baca Juga :  Kronologi Penembakan Bos Rental Versi Polisi

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."