Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan

Jakarta, 27 April 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) mencatatkan indikasi pemulihan performa pada awal tahun fiskal 2026. Melalui laporan capaian Kuartal I-2026, Perusahaan menunjukkan kinerja yang mulai meningkat, program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan ini. Hasil ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa program efisiensi yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan dan operasional Perusahaan.

Efisiensi sebagai Kunci Keberlanjutan

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan,
menyatakan bahwa hasil ini merupakan indikator bahwa program transformasi
perusahaan mulai membuahkan hasil yang stabil. Meski demikian, ia menegaskan
bahwa disiplin dalam pengelolaan biaya tetap menjadi prioritas utama.

“Kinerja kami mulai meningkat secara bertahap di
awal tahun ini. Namun, kami tetap memandang bahwa program efisiensi masih
menjadi kunci penting dalam menjaga momentum ini. Dengan hasil kuwartal satu yang mulai stabil, kami akan tetap  menjaga agar 
selalu konsisten dan bisa berkelanjutan. Dengan
demikian Krakatau Steel memiliki fondasi yang tangguh untuk mendukung
kemandirian industri baja nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan dalam acara
Coffee Morning Media with CEO KRAS bertempat di The Surosowan Jakarta.

Baca Juga :  PT Pelindo Sinergi Lokaseva Tingkatkan Awareness HSSE untuk Perkuat Ekosistem Layanan Pendukung Pelabuhan

Posisi Keuangan
dan Operasional

Secara finansial, Krakatau Steel membukukan pendapatan sebesar USD 262,4
juta pada Kuartal I-2026. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar USD
4,6 juta, yang turut memperkuat posisi ekuitas Perusahaan di angka USD 745,7
juta. Penguatan neraca ini memberikan stabilitas bagi perseroan dalam
menjalankan aktivitas operasional dan menghadapi dinamika pasar yang sedang bergejolak saat ini.

Baca Juga :  Mengenal UVA & UVB dan Dampaknya pada Kulit Bayi

Berdasarkan catatan positif tersebut, Krakatau
Steel optimis dalam menargetkan laba bersih sebesar USD 129 juta pada tahun
2026 sebagai bagian dari upaya penguatan kinerja keuangan perusahaan.

Optimalisasi Produksi dan
Kontribusi Nasional

Hingga Maret 2026, total produksi Krakatau Steel mencapai 360 ribu ton.
Capaian ini didorong oleh beroperasinya fasilitas produksi utama secara
optimal, di mana pabrik Hot Strip Mill (HSM) berkontribusi sebesar 230 ribu ton
dan pabrik Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 130 ribu ton.

Optimalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan dalam
menjalankan program penguatan permodalan bersama Danantara. Dengan
mengedepankan nilai tambah produk domestik, Krakatau Steel terus berupaya
menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan industri manufaktur serta mendukung
visi kemandirian ekonomi nasional.

Baca Juga :  Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Daop 2 Sediakan Lebih Dari 102 Ribu Tempat Duduk

“Kami fokus memastikan setiap lini produksi berjalan dengan efisien, agar dapat
menghasilkan  produk baja yang lebih
kompetitif  dan dapat bersaing di pasar.
Dengan fondasi yang lebih sehat ini, kami optimis Krakatau Steel dapat terus
melangkah sebagai perusahaan yang memberikan nilai tambah yang berkelanjutan ,”
tutup Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai
Chairman IISIA (The Indonesia Iron & Steel Industry Association) dan ALFI
(Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia)/ILFA.

Adapun program kerja ini selaras dengan Asta Cita
Presiden Prabowo Subianto untuk kemakmuran Bangsa dan Masyarakat Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

Artikel ini ditulis oleh Mitra Penagar.id yang berkolaborasi dalam mempublikasikan artikel kemitraan strategis terkait promosi produk dan layanan jasa secara informatif dengan tetap menjaga standar estetika media.