Penagar.id – Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo mendesak pengusutan dugaan praktik mafia obat di sejumlah rumah sakit daerah yang ada di daerah itu.
Desakan tersebut ditegaskan Ketua Forum Gerakan Aliansi Kesehatan, Majid Mustaki saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Inspektorat serta di Dinas Kesehatan Kota Gorontalo.
Majid Mustaki meminta pihak Inspektorat Kota Gorontalo agar bersikap profesional, transparan dan tidak tebang pilih dalam mengungkap kasus dugaan mafia obat yang tengah menjadi sorotan publik.
“Inspektorat harus bekerja secara objektif dan terbuka. Jangan sampai ada upaya melindungi oknum tertentu dalam kasus ini,” kata Majid Mustaki.
Aksi ini merupakan bentuk tekanan publik agar penanganan kasus dugaan mafia obat di Kota Gorontalo dapat dilakukan secara serius dan tuntas.
Dengan begitu, akan memberikan efek jera terhadap pihak-pihak yang terbukti bersalah.
Menanggapi desakan tersebut, Kepala Inspektorat Kota Gorontalo menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah membentuk tim khusus.
Saat ini, kata dia, tim khusus tersebut sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah oknum yang diduga terlibat.
“Kami pastikan proses pemeriksaan berjalan. Tim sudah bekerja dan beberapa pihak terkait telah dimintai keterangan,” ujarnya.
Selain di Inspektorat, massa aksi juga melakukan aksi unjuk rasa ke Dinas Kesehatan Kota Gorontalo.
Dalam aksi tersebut, massa mendesak agar pihak Dinas segera menghadirkan Direktur RSUD Aloe Saboe (RSAS) untuk memberikan klarifikasi langsung.
Sekitar 15 menit berselang, Direktur RSAS akhirnya hadir dan menemui massa aksi.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit telah mengambil langkah awal dengan memindahkan tiga orang yang diduga terkait dalam kasus tersebut ke Dinas Kesehatan Kota Gorontalo.
“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk respons awal sambil menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Direktur RSAS.








