Israel Ajukan Banding ke Mahkamah Pidana Internasional atas Surat Penangkapan Netanyahu

Israel Ajukan Banding ke Mahkamah Pidana Internasional atas Surat Penangkapan Netanyahu dan Gallant. (Foto: REUTERS/Amir Cohen)
Israel Ajukan Banding ke Mahkamah Pidana Internasional atas Surat Penangkapan Netanyahu dan Gallant. (Foto: REUTERS/Amir Cohen)

Penagar.id, INTERNASIONAL – Otoritas Israel resmi mengajukan banding terhadap surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.

Surat perintah tersebut terkait tuduhan kejahatan perang dalam konflik Israel-Hamas yang dimulai pada Oktober tahun lalu.

Dalam pernyataannya pada Rabu (27/11/2024), kantor PM Israel menyebutkan bahwa Tel Aviv juga meminta ICC untuk menangguhkan pelaksanaan surat perintah itu selama proses banding berlangsung.

“Negara Israel menantang yurisdiksi Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan legitimasi surat perintah penangkapan yang dikeluarkan,” tegas pernyataan itu.

Baca Juga :  Putin Tawarkan Mediasi di Tengah Ketegangan Iran-Israel

Israel mengkritik ICC sebagai lembaga yang bias terhadap negaranya, khususnya dalam konteks konflik dengan Palestina.

“Jika pengadilan menolak permintaan ini, maka hal ini akan menunjukkan kepada teman-teman Israel di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, betapa biasnya Mahkamah Pidana Internasional terhadap Negara Israel,” imbuh pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Ukraina dan Rusia Saling Serang di OSCE

Surat perintah penangkapan tersebut menuai reaksi keras di Israel. Netanyahu bahkan menyebut langkah ICC sebagai bentuk anti-Semitisme dan menegaskan komitmennya untuk membela negaranya.(*)

Baca selengkapnya di Sini


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."