Kemenkes Buka Hotline 119 Terkait Dugaan Keracunan Program MBG

Hotline keracunan MBG dari Kemenkes. (Foto : IG : @kemenkes_ri)
Hotline keracunan MBG dari Kemenkes. (Foto : IG : @kemenkes_ri)

Penagar.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka layanan pengaduan darurat bagi masyarakat yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Masyarakat diimbau segera melapor agar dapat memperoleh penanganan medis secepatnya.

Dalam keterangannya melalui akun resmi Instagram, Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan jika merasakan tanda-tanda gangguan kesehatan usai menyantap MBG.

“Mual, muntah, pusing, atau sesak setelah mengkonsumsi MBG?  Jangan tunggu parah, segera hubungi 119 atau datang ke Puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan cepat.” tulis Kemenkes di akun Instagramnya, dikutip Senin (6/10/2025).

Baca Juga :  Distributor Indosat Diduga Salahgunakan Data Pribadi Warga untuk Kartu Regis di Gorontalo

Kemenkes menegaskan setiap laporan akan langsung ditindaklanjuti oleh Public Safety Center (PSC) di wilayah masing-masing.

“Setiap aduan akan langsung ditangani oleh PSC (Public Safety Center) supaya keselamatan dan kesehatanmu tetap terjaga,” kata Kemenkes.

Langkah ini diambil menyusul sejumlah laporan masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program MBG di beberapa daerah.

Baca Juga :  Seorang Aktivis di Gorontalo Dilarikan ke RS usai Alami Pengeroyokan 

Pemerintah menegaskan respons cepat ini sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan dan kualitas gizi dari program prioritas nasional tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Ia menyebut, Presiden telah menginstruksikan sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Presiden menegaskan kepada Kepala BGN bahwa setidaknya pada minggu depan ini, dapur-dapur harus sudah dilengkapi dengan alat tes kit yakni mengecek kebersihan makanan, alat pencuci & pengering higienis dilengkapi air hangat & alat khusus untuk menghindari bakteri, dan penyediaan filter air bersih,” tulis Teddy dalam akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Minggu (5/10/2025) malam.

Baca Juga :  Buntut Dugaan Penganiayaan, Bupati Didesak Berhentikan Sementara Kades Buhu

Dalam rapat evaluasi tersebut, Presiden juga meminta agar Kepala BGN Dadan Hindayana memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera dilengkapi fasilitas pengujian makanan untuk mencegah kasus serupa terulang.

**Cek berita dan artikel terbaru kami. Klik untuk Ikuti WhatsApp Channel Penagar.id