Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Tegas Perjuangkan Harga Jagung

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili saat menggelar reses di Kabupaten Gorontalo Utara, pada Rabu (12/2/2025). (Foto : Ist.)
Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili saat menggelar reses di Kabupaten Gorontalo Utara, pada Rabu (12/2/2025). (Foto : Ist.)

Penagar.id, GORONTALO – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili menggelar reses masa persidangan kedua tahun 2024-2025 di Desa Ombulodata, Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara, pada Rabu (12/2/2025).

Dalam pertemuan itu, Thomas meminta masyarakat untuk melaporkan agen jagung yang membeli hasil panen petani di bawah harga standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia menegaskan akan menindak tegas agen jagung yang tidak mematuhi harga yang ditentukan oleh Kementerian Pertanian.

“Kalau ada agen yang membeli di bawah harga yang ditetapkan kementerian, tolong laporkan kepada kami dengan bukti kwitansi, kami akan menutup agen tersebut,” kata Thomas.

Baca Juga :  Genangan Air Ganggu Aktivitas Pemerintahan, DPRD Desak Pemprov Segera Bertindak

Ia menambahkan bahwa harga jagung yang telah ditetapkan oleh Presiden melalui Kementerian Pertanian adalah Rp 65.000 per kilogram.

Oleh karena itu, pihaknya akan memastikan tidak ada agen yang membeli di bawah harga tersebut agar kesejahteraan petani tetap terjaga.

Baca Juga :  DPRD Ungkap Sejumlah Indikator Kemajuan di Paripurna HUT ke-25 Gorontalo

Thomas menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses tersebut akan diperjuangkan di tingkat provinsi.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar aspirasi ini dapat diperjuangkan di tingkat provinsi,” tutupnya.(*)

Baca Juga :  Femmy Udoki Salurkan Bibit Jagung untuk Petani Bone Bolango

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."