Pembahasan Tatib DPRD Provinsi Gorontalo Terus Berlanjut

Ketua Pansus Tatib, Samsir Djafar Kiayi saat diwawancarai awak media.(Foto : Penagar.id/Iwan)
Ketua Pansus Tatib, Samsir Djafar Kiayi saat diwawancarai awak media.(Foto : Penagar.id/Iwan)

Penagar.id, GORONTALO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo tengah membahas revisi Tata Tertib (Tatib) yang mengatur etika dan kedisiplinan anggota dewan dalam menjalankan tugas.

Pembahasan tersebut dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) Tatib DPRD dalam rapat yang digelar pada Senin (14/4/2025) malam.

Ketua Pansus Tatib, Samsir Djafar Kiayi, mengatakan revisi ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan DPRD, termasuk menegaskan tanggung jawab dan kewajiban anggota dewan dalam menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.

“Pansus Tata Tertib DPRD saat ini masih terus bekerja keras untuk menyelesaikan revisi tata tertib. Diharapkan revisi tata tertib ini dapat segera disahkan dan diimplementasikan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional dan akuntabel di DPRD,” kata Samsir.

Baca Juga :  Aspirasi Petani dan UMKM Warnai Reses Femmy Udoki di Suwawa

Dalam rapat tersebut, Pansus membahas sejumlah poin penting dalam Tata Tertib DPRD. Di antaranya mengenai sanksi atas pelanggaran kode etik, pengetatan kehadiran dalam rapat paripurna, hingga penguatan peran pimpinan dalam menegakkan aturan.

Revisi ini merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tatib DPRD, yang menjadi rujukan utama dalam merumuskan norma-norma internal DPRD.

Baca Juga :  Indriani Dunda Tekankan Kesejahtraan dan Tantangan Mengatasi Kemiskinan di HUT 25 Provinsi Gorontalo

Diharapkan, tata tertib yang baru dapat mendorong peningkatan kinerja anggota dewan, serta menghadirkan lembaga legislatif yang lebih transparan, etis, dan responsif terhadap kepentingan publik.(*)


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."