Viral Warga Serbu Ponpes di Bekasi, Ustaz Diduga Cabuli 6 Santriwati

Ilustrasi Viral Warga Serbu Ponpes di Bekasi gegara Ustaz Diduga Cabuli 6 Santriwati
Ilustrasi Viral Warga Serbu Ponpes di Bekasi gegara Ustaz Diduga Cabuli 6 Santriwati

Penagar.id, NASIONAL – Sebuah video viral beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah warga mendatangi sebuah pondok pesantren (ponpes) di Karangbahagia, Kabupaten Bekasi.

Aksi  yang kemudian viral ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang ustaz terhadap enam santriwati.

Dalam video tersebut, terlihat kerumunan warga berkumpul di depan pondok pesantren sambil berteriak dengan penuh emosi.

Suasana semakin memanas ketika warga mulai menyerang bangunan ponpes, terdengar suara pecahan kaca di tengah kekacauan.

Baca Juga :  Parah! Ada Kekurangan Volume Senilai Rp 800 Juta Pada 10 Pekerjaan Proyek di Bone Bolango

Selain itu, ada warga yang melemparkan kursi ke arah bangunan ponpes sebagai bentuk kemarahan mereka.

Aksi ini dinarasikan sebagai luapan amarah warga yang geram atas kabar pelecehan yang diduga dilakukan oleh seorang ustaz terhadap enam santriwati di ponpes tersebut.

Baca Juga :  Kejari Boalemo Didesak Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Perdis DPRD

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Sang Ngurah Wiratama, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berada di lokasi kejadian.

Saat ini, kepolisian sedang melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.

Baca Juga :  KPK Ingatkan Khalid Basalamah Tak Sebar Materi Penyidikan

“Lagi proses penangkapan,” ujar Wira seperti dilamnsir dari detikcom, Jumat (27/9/2024).

Wira belum memberikan banyak keterangan terkait kasus ini, namun ia memastikan bahwa pihak kepolisian sedang menangani situasi tersebut dengan serius.

“Lagi mau ditangkap, anggota sudah di lokasi. Mohon waktu,” tambahnya.(*)

 

*Baca selengkapnya di sini


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."