192 Jurnalis Dunia Liput Laga Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia.(Foto : KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
Timnas Indonesia.(Foto : KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)

Penagar.id – Pertarungan sengit di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan Arab Saudi serta Irak menarik perhatian luas.

Sebanyak 192 jurnalis dari berbagai negara dipastikan hadir untuk meliput jalannya laga.

Indonesia, Arab Saudi, dan Irak sama-sama memburu satu tiket menuju putaran final Piala Dunia 2026 melalui persaingan di Grup B. Seluruh pertandingan digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.

Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober, lalu bertemu Irak pada 11 Oktober. Kedua laga ini akan menjadi penentu langkah Indonesia dalam menjaga peluang tampil di ajang sepak bola paling bergengsi dunia.

Baca Juga :  12 Pebalap MotoGP Bakal Ramaikan Parade Jelang Mandalika 2025 di Lombok

Sorotan media terhadap duel Grup B tidak hanya datang dari negara-negara peserta. Kehadiran Timnas Indonesia di fase ini turut menjadi daya tarik bagi media internasional.

Media ternama Arab Saudi, Ar Riyadiyah, mengungkapkan bahwa jumlah jurnalis yang terdaftar meliput kualifikasi Grup B di Jeddah mencapai ratusan orang dari dalam dan luar negeri.

Baca Juga :  Sprint Race MotoGP Mandalika: Bezzecchi Juara, Marquez Finish Keenam

“Sumber mengungkapkan jumlah pendaftar (peliput) lokal mencapai 140, sementara 52 kartu media telah diberikan kepada delegasi dari media asing yang ingin meliput pertandingan playoff, yang semuanya akan diselenggarakan di Jeddah,” tulis Ar Riyadiyah.

Pertandingan Grup B memang layak menjadi pusat perhatian. Selain mempertaruhkan gengsi, hanya ada satu tiket yang memastikan salah satu tim bisa menapak ke panggung Piala Dunia 2026.

Baca Juga :  Los Blancos Menang Beruntun di Awal Musim LaLiga 2025

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."