Jejak Diplomasi Indonesia di China, dari Soekarno hingga Prabowo

Bendera Indonesia dan China di depan Gerbang Tiananmen, saat Presiden Indonesia mengunjungi Beijing, China 25 Juli 2022. (Foto : AFP via Getty Images/GOH CHAI HIN)
Bendera Indonesia dan China di depan Gerbang Tiananmen, saat Presiden Indonesia mengunjungi Beijing, China 25 Juli 2022. (Foto : AFP via Getty Images/GOH CHAI HIN)

Penagar.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan resmi ke China pada Rabu (3/9/2025) untuk menghadiri undangan khusus dari Presiden Xi Jinping.

Xi Jinping secara khusus meminta sejumlah kepala negara hadir dalam parade peringatan 80 tahun berdirinya Republik Rakyat China (RRC).

Dalam agenda penting tersebut, Xi Jinping juga mengundang tokoh dunia lainnya, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, bersama dengan pemimpin dari berbagai negara.

Kehadiran para tokoh tersebut menandai momentum diplomasi besar yang menjadi perhatian internasional.

Baca Juga :  Ratusan WNI Demo di Australia Serukan Reformasi dan Tolak Kekerasan Aparat

Kunjungan Prabowo ke Negeri Tirai Bambu menambah daftar panjang hubungan erat Indonesia-China.

Sebelumnya, beberapa presiden Indonesia juga pernah menyambangi negara tersebut dalam berbagai kesempatan.

Baca Juga :  Protes Rencana Netanyahu, Ribuan Warga Tel Aviv Tuntut Hentikan Agresi Israel ke Palestina

Salah satu kunjungan paling bersejarah tercatat pada era Presiden pertama RI, Soekarno.

Dalam kunjungan itu, Bung Karno tak kuasa menahan air mata karena terharu disambut ratusan ribu warga China yang memenuhi jalanan sepanjang 15 kilometer di Beijing.

Baca Juga :  Ukraina dan Rusia Saling Serang di OSCE

Momen sejarah tersebut kini kembali terulang dalam bingkai berbeda, saat Prabowo hadir untuk memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dan China di tengah dinamika geopolitik global yang terus bergerak cepat.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."