Kebakaran Hanguskan Rumah Lansia 65 Tahun di Isimu, Tersisa Pakaian di Badan

Kebakaran Hanguskan Rumah Lansia 65 Tahun di Isimu.(Foto : Dok.Ist.)
Kebakaran Hanguskan Rumah Lansia 65 Tahun di Isimu.(Foto : Dok.Ist.)

Penagar.id – Sumiati Ibrahim (65), seorang lansia di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, kehilangan rumah semi permanennya setelah dilalap api pada Rabu malam (10/9/2025).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.

Peristiwa kebakaran bermula sekitar pukul 21.00 WITA saat warga melihat api membesar di sisi kanan rumah korban.

“Awalnya saya lihat api sudah nyambar di sisi kanan rumah. Saya langsung teriak minta tolong, lalu warga berdatangan,” kata Amina Mohune (43), warga sekita yang berada di sekita lokasi kejadian.

Baca Juga :  Cek Fakta: Tidak Ada Bukti Jokowi Perintahkan Amnesti dan Abolisi

Warga berupaya memadamkan kobaran api dengan ember dan baskom. Namun, api dengan cepat merobohkan atap dan menghanguskan seluruh ruang tengah rumah.

Pemadaman baru berhasil dilakukan setelah mobil pemadam kebakaran Kabupaten Gorontalo tiba di lokasi sekitar pukul 22.15 WITA.

Baca Juga :  7 Pasangan Bukan Suami Istri di Gorontalo Terjaring Razia Kepolisian 

Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga sekitar ikut membantu proses pemadaman. Aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran.

Seluruh barang milik korban habis terbakar. Sumiati hanya sempat menyelamatkan diri dengan pakaian yang melekat di tubuhnya. Saat ini ia terpaksa menumpang di rumah keponakannya di Dusun Tonulita.

Baca Juga :  Inspektorat Kota Gorontalo Diminta Transparan Tangani Dugaan Praktik "Mafia Obat"

Masyarakat berharap pemerintah desa maupun kabupaten segera memberikan bantuan kepada korban yang kini kehilangan tempat tinggal.

Belum diketahui dengan pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun, berdasarkan keterangan saksi, insiden ini diduga dipicu oleh seorang pria dengan gangguan jiwa.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."