Aliansi Mahasiswa Kesehatan: Masalah Tak Selesai dengan Satu Pertemuan

Aliansi Mahasiswa Kesehatan Gorontalo tegaskan perjuangan belum berakhir.(Foto : Dok. Ist.)
Aliansi Mahasiswa Kesehatan Gorontalo tegaskan perjuangan belum berakhir.(Foto : Dok. Ist.)

Penagar.id – Langkah Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Gorontalo yang menindaklanjuti aspirasi Aliansi Mahasiswa Kesehatan Gorontalo mendapatkan apresiasi dari Majid Mustaki selaku Jendral Lapangan.

Majid menilai respons cepat Ombudsman bersama BPJS Kesehatan merupakan bentuk keseriusan dalam menjawab persoalan pelayanan kesehatan di daerah.

Kendati demikian, Majid menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa tidak akan berhenti hanya pada titik ini.

“Kami mengapresiasi Ombudsman Gorontalo yang telah merespon tuntutan kami. Namun, perjuangan kami tidak boleh berhenti sampai di sini,” kata Majid dalam keterangannya, Sabtu (27/9/2025).

Baca Juga :  Jangan Asal Beli! Begini Cara Memilih Takjil yang Aman dan Sehat

Menurutnya, masalah kesehatan di Gorontalo terlalu kompleks untuk diselesaikan dengan satu kali pertemuan.

Karena itu, kata dia, dibutuhkan pengawalan ketat dan konsistensi dari semua pihak, termasuk mahasiswa sebagai representasi masyarakat.

“Aliansi Mahasiswa Kesehatan akan terus mengawal seluruh isu kesehatan di Gorontalo, mulai dari pelayanan, akses, hingga regulasi yang harus benar-benar berpihak kepada masyarakat,” tegas Majid.

Majid juga menekankan bahwa aliansi tidak hanya sekadar mengkritik, melainkan membawa semangat perubahan.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Penyakit dan Layanan yang Tidak Masuk Cakupan BPJS

Ia menyebut mahasiswa hadir untuk memastikan persoalan kesehatan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar mendapat solusi nyata.

“Kami berdiri di garda terdepan bukan untuk kepentingan kelompok, melainkan untuk memastikan rakyat Gorontalo mendapatkan hak kesehatan yang layak,” kata Majid.

“Jika ada pelayanan yang masih bermasalah, maka kami akan terus mendesak agar ada perbaikan. Tidak boleh ada kompromi dalam urusan hak dasar masyarakat,” imbuhnya.

Lebih jauh, Majid menyampaikan bahwa perjuangan mahasiswa masih berlanjut dengan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Gorontalo pada 6 Oktober 2025 mendatang.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Ujung Tombak Layanan Kesehatan Desa

Ia memastikan forum tersebut akan menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk kembali menegaskan tuntutan serta mengawal komitmen wakil rakyat.

“RDP nanti adalah panggung pembuktian. Kami ingin melihat apakah DPRD benar-benar serius mendengar dan menyelesaikan persoalan kesehatan ini,” katanya.

“Kami akan hadir dengan data, fakta, dan suara rakyat. Dan kami pastikan perjuangan ini akan terus berlanjut hingga ada perubahan yang nyata,” ungkapnya.

**Cek berita dan artikel terbaru kami. Klik untuk Ikuti WhatsApp Channel Penagar.id