Penagar.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyampaikan keyakinannya H.B. Jassin sebagai Pahlawan Nasional Kebudayaan.
Menurut Ridwan, sosok bernama lengkap Hans Bague Jassin ini memiliki kontribusi luar biasa dalam dunia sastra dan kebudayaan Indonesia.
Dedikasi dan karya besarnya dinilai menjadi warisan intelektual yang layak mendapatkan pengakuan tertinggi dari negara.
Dalam penjelasannya, Ridwan mengungkapkan bahwa warisan paling monumental dari H.B. Jassin adalah Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B. Jassin, lembaga yang berdiri sejak tahun 1932 atas prakarsa langsung sang maestro.
PDS H.B. Jassin kini menjadi pusat arsip sastra terlengkap di Indonesia dengan koleksi ribuan naskah asli para sastrawan, surat pribadi, catatan harian, kliping media, buku, serta rekaman suara dan gambar.
Koleksi tersebut telah menjadi rujukan penting bagi peneliti dan akademisi dalam menelusuri perjalanan sastra Indonesia modern.
Selain sebagai pendiri PDS, H.B. Jassin juga dikenal luas sebagai kritikus sastra paling berpengaruh di Tanah Air.
Julukan “Paus Sastra Indonesia” yang diberikan oleh Gajus Siagian menjadi simbol pengakuan atas kiprahnya yang besar dalam membangun ekosistem kesusastraan nasional.
Ia telah melahirkan sejumlah karya penting seperti Angkatan 45 (1951), Tifa Penyair dan Daerahnya (1952), serta Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai (empat jilid).
Tak hanya itu, Jassin juga ikut mendirikan majalah sastra legendaris Horison dan menerjemahkan karya sastra dunia agar lebih dikenal pembaca Indonesia.
“Ketekunan dan dedikasi H.B. Jassin dalam mendokumentasikan karya sastra adalah bentuk nyata perjuangan budaya. Ia telah memperpanjang ingatan kolektif bangsa atas warisan intelektualnya sendiri,” ujar Ridwan Monoarfa.
Ridwan menilai, momentum kebudayaan nasional saat ini sangat mendukung penetapan H.B. Jassin sebagai Pahlawan Nasional.
Apalagi, dengan terbentuknya Kementerian Kebudayaan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan penunjukan Fadli Zon sebagai menterinya, peluang tersebut dinilai semakin besar.
Sebagai tokoh daerah sekaligus pemerhati budaya, Ridwan juga menyerukan agar pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap para tokoh kebudayaan yang telah berkontribusi besar dalam membangun jati diri bangsa.






