Komisi IV DPRD Soroti Efektivitas Program Stunting dan Nasib Relawan KB

Komisi IV saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Kamis (15/5/2025). (Foto : Dok. Ist.)
Komisi IV saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Kamis (15/5/2025). (Foto : Dok. Ist.)

Penagar.id – Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo menaruh perhatian serius terhadap upaya penanggulangan stunting yang menjadi agenda prioritas nasional.

Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Kamis (15/5/2025), guna membahas efektivitas program yang sudah dijalankan serta sejumlah persoalan mendasar lainnya.

Anggota Komisi IV, Sri Darsianti Tuna, menekankan bahwa meski pemerintah telah menggelontorkan anggaran besar, angka stunting di sejumlah wilayah belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

“Sudah beberapa kali kami turun langsung ke puskesmas, dan persoalan stunting ini terus menjadi prioritas,” ungkap Sri Darsianti Tuna.

Baca Juga :  Thomas Mopili: Pani Gold Harus Serap Lebih Banyak Pekerja Lokal

“Anggaran besar yang dikucurkan harus diawasi penggunaannya secara tepat, agar pelayanan kepada masyarakat betul-betul maksimal,” sambung Aleg PPP itu.

Ia juga mendorong agar langkah BKKBN dan Dinas Kesehatan bisa berjalan lebih sinergis, sesuai amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Sangat penting melihat versi penanganan stunting dari masing-masing lembaga, baik BKKBN maupun Dinas Kesehatan. Kita ingin semua bergerak selaras dan efisien,” tambahnya.

Masalah lain yang juga disorot adalah keberadaan Petugas Lapangan KB (PLKB) yang kerap harus menangani wilayah luas dengan sumber daya terbatas.

Baca Juga :  Dipangkas, Anggaran Pokir DPRD Provinsi Gorontalo Tersisa Rp 50,8 M

Bahkan, sebagian besar dari mereka adalah tenaga non-PNS atau relawan.

“Mereka berharap ada perhatian dari DPR, terutama yang PPKBD karena mereka tidak menerima gaji. Walaupun kita tahu itu sulit, tapi tetap harus diperjuangkan agar semangat mereka tetap terjaga,” ujar Sri Darsianti.

Di sisi lain, Komisi IV turut menyampaikan keluhan warga soal penempatan 15 pegawai asal Gorontalo yang lulus seleksi nasional namun ditempatkan di Sulawesi Utara.

Baca Juga :  Rakerda IWAPI Provinsi Gorontalo Harus Dorong UMKM Naik Kelas 

Menurut keterangan pihak BKKBN, distribusi tersebut dilakukan langsung oleh pemerintah pusat berdasarkan kebutuhan daerah.

“Kami menyampaikan ini sebagai bentuk aspirasi masyarakat, meskipun secara aturan memang tidak memungkinkan untuk dilakukan pemindahan,” tutupnya.

Komisi IV berharap koordinasi yang lebih kuat dengan BKKBN bisa menciptakan layanan yang lebih tepat sasaran dan menjawab langsung kebutuhan warga, khususnya dalam aspek kesehatan keluarga dan kesejahteraan sosial.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."