Setelah Prabowo, Kini Trump Bicara Soal Antek Asing

Donald Trump kirim amunisi yang ditangguhkan Biden ke Israel.(Foto: BBC World)
Donald Trump kirim amunisi yang ditangguhkan Biden ke Israel.(Foto: BBC World)

PENAGAR – Narasi tentang “antek asing” yang sebelumnya kerap terdengar dalam pidato Presiden RI Prabowo Subianto, kini muncul di panggung politik Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump melontarkan tudingan adanya pengaruh asing setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif global yang ia terapkan terhadap sejumlah negara.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih.

Ia menilai putusan Mahkamah Agung tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan hukum, melainkan diduga dipengaruhi kepentingan tertentu dari luar.

Dalam putusan 6-3, Mahkamah menyatakan Trump telah melampaui kewenangannya dengan memberlakukan tarif impor secara sepihak menggunakan undang-undang kekuasaan darurat.

Kebijakan tersebut mencakup bea masuk “timbal balik” terhadap hampir seluruh mitra dagang Amerika Serikat, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Trump : Ukraina Siap Berunding, Rusia Respon Positif 

“Menurut pendapat saya, Mahkamah Agung telah dipengaruhi oleh kepentingan asing dan gerakan politik yang jauh lebih kecil daripada yang pernah dipikirkan orang,” ujarnya, dikutip Newsweek pada Sabtu, 21 Febuari 2026.

Saat ditanya apakah memiliki bukti atas tudingan tersebut, Trump menjawab singkat, “Anda akan mengetahuinya.”

Putusan mayoritas ditulis oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts.

Dalam pertimbangannya, Roberts menegaskan bahwa Konstitusi memberikan kewenangan pemungutan pajak, termasuk tarif, kepada Kongres, bukan kepada presiden.

“Para perancang konstitusi tidak memberikan sebagian pun dari kekuasaan perpajakan kepada Cabang Eksekutif,” tulis Roberts.

Meski kebijakan sebelumnya dibatalkan, Trump menegaskan tidak akan menghentikan agenda proteksionisme perdagangannya.

Ia berencana menerapkan tarif global baru sebesar 10 persen dengan menggunakan dasar hukum lain yang memungkinkan pengenaan bea masuk hingga 150 hari.

Baca Juga :  Israel Ancam Hancurkan Hamas, Sebut Gerbang Neraka Akan Terbuka

“Keputusan mereka salah. Tetapi itu tidak masalah karena kita memiliki alternatif yang sangat kuat,” kata Trump.

Ia juga menyebut putusan tersebut sebagai sesuatu yang “sangat mengecewakan” dan mengaku “benar-benar malu” terhadap para hakim yang menolak kebijakannya.

Sejumlah pengamat menilai, walaupun menjadi pukulan bagi strategi dagang Gedung Putih, masih terdapat celah hukum bagi pemerintah AS untuk menerapkan kebijakan tarif dalam skala yang lebih terbatas melalui regulasi berbeda.

Di Indonesia, istilah “antek asing” sebelumnya beberapa kali disampaikan Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan.

Narasi itu merujuk pada pihak-pihak yang dinilai menghambat kebangkitan nasional, meski tanpa menyebut identitas spesifik.

Baca Juga :  PBB dan AS Beri Peringatan Usai Israel Tambah Pemukiman di Tepi Barat

Presiden Prabowo Subianto pernah menuding ada pihak asing yang selalu menghalangi upaya Indonesia untuk menjadi negara maju.

Hal ini Prabowo ungkapkan saat memberikan sambutan di acara Pembekalan Guru & Kepala Sekolah Rakyat, di JiExpo, Kemayoran, Jumat (22/8/2025).

“Ada segelintir orang entah sadar atau tidak mereka sudah jadi antek-antek asing… Mereka sadar mereka antek asing, mereka tidak suka Indonesia bangkit, tapi kita akan bangkit,” tegas Prabowo.

Kemunculan narasi serupa di dua negara berbeda menunjukkan bagaimana isu pengaruh asing kerap menjadi bagian dari dinamika politik, baik dalam konteks kebijakan perdagangan global maupun agenda pembangunan nasional.

 

Editor : Sucipto Mokodompis

Sumber : RMOL / CNBC Indonesia