Penagar.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalib Lahidjun, mendorong agar program layanan kesehatan gratis di daerah itu tidak hanya digelar pada momentum tertentu.
Menurutnya, pelaksanaan layanan kesehatan gratis selama ini masih sering dikaitkan dengan agenda tertentu, misalnya peringatan hari ulang tahun Provinsi Gorontalo.
Pola tersebut dinilai perlu ditinjau kembali agar masyarakat dapat memperoleh manfaat layanan kesehatan secara lebih merata, serta dapat diakses masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Layanan kesehatan gratis sebaiknya tidak hanya dilaksanakan pada momentum tertentu saja,” kata Ghalib saat menghadiri kegiatan Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama yang dirangkaikan dengan Forum Pemangku Kepentingan Provinsi Gorontalo Tahun 2026, Kamis (12/3/2026).
“Jika memungkinkan, setiap puskesmas dapat membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat,” sambungnya.
Ia menjelaskan bahwa fleksibilitas pelayanan menjadi hal penting dalam upaya memperluas akses kesehatan bagi masyarakat.
Warga yang tidak sempat mengikuti layanan pada hari pelaksanaan tertentu, menurutnya, seharusnya tetap memiliki kesempatan memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis pada waktu lain.
Selain itu, meskipun Provinsi Gorontalo saat ini tercatat menempati peringkat pertama dalam capaian layanan kesehatan gratis, pemerintah daerah diminta tetap meningkatkan upaya sosialisasi program kepada masyarakat hingga ke tingkat desa.
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit sejak dini.
“Jika penyakit dapat dicegah sejak awal, maka potensi kemiskinan akibat biaya kesehatan juga bisa ditekan. Ini sekaligus membantu pemerintah dalam mengurangi beban anggaran jaminan kesehatan,” terangnya.
Forum yang digelar di Ruang Huyula Kantor Gubernur Gorontalo itu merupakan agenda rutin untuk membahas sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program BPJS Kesehatan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo, jajaran Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu layanan kesehatan juga menjadi perhatian para peserta. Salah satunya terkait masih adanya beberapa jenis penyakit yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam layanan BPJS Kesehatan.
Selain itu, muncul pula keluhan mengenai pasien yang harus meninggalkan rumah sakit lebih cepat meskipun kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih setelah menjalani tindakan operasi.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat.
Di sisi lain, program layanan kesehatan gratis yang dipaparkan oleh dokter anak dalam forum tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Berdasarkan data yang disampaikan, Provinsi Gorontalo saat ini berada pada posisi teratas dalam capaian layanan kesehatan gratis secara nasional.
Capaian tersebut dinilai sebagai prestasi yang perlu dipertahankan sekaligus ditingkatkan melalui perluasan sosialisasi kepada masyarakat agar manfaat program kesehatan dapat dirasakan lebih luas.
**Klik Channel WhatsApp Penagar.id untuk membaca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu.







