Simulasi BCM di BRI BO Segitiga Senen Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat

Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui BRI Branch Office Segitiga Senen melaksanakan simulasi bencana dalam kerangka Business Continuity Management (BCM). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pekerja di lingkungan kantor tersebut.

Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pekerja dalam merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Berbagai skenario bencana diperagakan, mulai dari kondisi evakuasi darurat hingga upaya menjaga keberlangsungan layanan operasional kepada nasabah.

Baca Juga :  5 Kesalahan Trading yang Masih Sering Dilakukan Trader Pemula

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi terkait prosedur BCM, dilanjutkan dengan praktik langsung yang melibatkan seluruh peserta. Melalui pendekatan ini, pekerja tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan langkah-langkah penanganan kondisi darurat secara nyata di lapangan.

Baca Juga :  Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Terus Meningkat, Capai 5,2 Juta Pengguna di Awal 2026

Para peserta menunjukkan antusiasme dan keseriusan dalam mengikuti setiap tahapan simulasi, sebagai wujud komitmen dalam menjaga keselamatan serta keberlangsungan operasional. Diharapkan, melalui kegiatan ini, seluruh pekerja di BRI Branch Office Segitiga Senen semakin sigap dan profesional dalam menghadapi berbagai potensi risiko.

Baca Juga :  Mudik Aman dan Nyaman, Intip Persiapan Dapur Pacu KAI Daop 9 Jember Jelang Lebaran 2026

Dengan terselenggaranya simulasi BCM ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima di segala situasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

Artikel ini ditulis oleh Mitra Penagar.id yang berkolaborasi dalam mempublikasikan artikel kemitraan strategis terkait promosi produk dan layanan jasa secara informatif dengan tetap menjaga standar estetika media.