Penagar.id – Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Provinsi Gorontalo memanfaatkan momentum Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 untuk memperkenalkan potensi sumber daya mineral daerah.
Salah satu yang menjadi perhatian yakni batu galena yang disebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui konsep hilirisasi.
Dalam ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, pelaku usaha, hingga investor dari berbagai daerah tersebut, APRI menampilkan potensi batu galena yang berasal dari sejumlah wilayah di Gorontalo, meliputi Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara.
Kehadiran potensi mineral tersebut menarik perhatian sejumlah pihak, terutama investor dari luar daerah yang berkunjung ke stan APRI.
Batu galena Gorontalo dinilai memiliki kualitas yang menjanjikan serta membuka peluang pengembangan industri berbasis sumber daya lokal.
Selain memperkenalkan potensi pertambangan rakyat, APRI juga membawa pesan tentang pentingnya pengelolaan tambang yang memperhatikan aspek lingkungan.
Hal itu diwujudkan melalui program reklamasi hijau pasca tambang yang menjadi bagian dari komitmen organisasi tersebut.
Stan APRI turut mendapat kunjungan dari jajaran pemerintah daerah. Sejumlah pejabat daerah yang hadir di antaranya Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten.
Pada kesempatan tersebut, APRI menjelaskan bahwa aktivitas pertambangan rakyat tidak hanya diarahkan pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga harus meninggalkan dampak positif terhadap lingkungan sekitar.
Program reklamasi hijau yang dijalankan melalui koperasi-koperasi penambang rakyat di lima kabupaten di Gorontalo menjadi salah satu langkah nyata.
Lahan bekas tambang akan diarahkan kembali menjadi kawasan produktif dengan penanaman komoditas bernilai ekonomi, seperti Kelapa Genja dan Aren Genda.
APRI Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa konsep tersebut merupakan bentuk transformasi pengelolaan tambang rakyat yang lebih bertanggung jawab.
“Kami ingin memastikan setiap aktivitas tambang rakyat berakhir dengan lahan yang lebih produktif. Koperasi menjadi motor penggerak reklamasi sekaligus peningkatan kesejahteraan anggota,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, APRI berharap pengelolaan tambang rakyat di Gorontalo dapat menjadi contoh penerapan pertambangan berkelanjutan di Indonesia.
Selain menjaga lingkungan, program ini juga dinilai mampu membuka peluang investasi baru melalui sektor pasca tambang.
APRI sendiri merupakan organisasi yang menaungi penambang rakyat dengan fokus pada legalitas usaha, keselamatan kerja, serta penerapan pertambangan yang berwawasan lingkungan.

