Penagar.id – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mempertanyakan jadwal final Piala Presiden 2026 yang dinilainya tidak memberikan waktu pemulihan yang ideal bagi para pemain.
Persib memastikan tempat di partai puncak usai menundukkan Persija Jakarta pada laga semifinal. Di final, Maung Bandung dijadwalkan menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8/2026).
Namun, pertandingan final digelar hanya dua hari setelah semifinal, sehingga Persib hanya memiliki waktu sekitar 48 jam untuk memulihkan kondisi pemain sebelum kembali bertanding.
Menurut Tolic, kondisi tersebut bertentangan dengan ketentuan FIFA yang mengatur waktu pemulihan antarlaga.
“Sekarang saya harus mencari cara agar para pemain bisa pulih hanya dalam waktu 48 jam, padahal FIFA mewajibkan minimal 72 jam. Jadi saya ingin tahu, mengapa di sini hanya diberikan 48 jam?” tanya Igor Tolic.
Pelatih asal Kroasia itu menilai aturan mengenai jeda pertandingan dibuat untuk melindungi kesehatan pemain. Karena itu, ia mempertanyakan alasan penyelenggara tidak menerapkan ketentuan tersebut.
“Apakah kita merasa lebih tahu daripada FIFA? Bukankah aturan itu dibuat demi melindungi pemain? Saya rasa kita perlu mengevaluasi apakah penyelenggaraan bisa dibuat lebih baik di masa mendatang,” begitu kritik tajam Tolic.
Ia juga menyoroti konsistensi penerapan regulasi dalam pertandingan.
Menurutnya, berbagai aturan FIFA diterapkan secara ketat selama laga berlangsung, namun ketentuan mengenai waktu pemulihan pemain justru tidak dijalankan.
“Saya ingin tahu mengapa ini bisa terjadi. Mengapa? Apa alasannya? FIFA sudah memiliki aturan jelas. Saat kami berada di bangku cadangan, ofisial pertandingan begitu ketat mengawasi setiap detail,” beber Tolic.
“Asisten pelatih tidak boleh berdiri sembarangan, kami harus datang tepat waktu, harus mematuhi semua aturan. Kami mengikuti semua regulasi FIFA.”
“Durasi pertandingan dua babak masing-masing 45 menit, ukuran lapangan sesuai aturan, semuanya kami patuhi. Tetapi mengapa aturan mengenai waktu pemulihan pemain justru diabaikan?”
Meski mengkritik jadwal pertandingan, Tolic memastikan Persib tetap akan tampil maksimal di final.
Namun, ia mengaku khawatir jadwal yang padat dapat berdampak terhadap kondisi fisik pemain, terutama karena Persib akan menghadapi musim yang sangat sibuk.
Musim depan, Persib dijadwalkan tampil di empat kompetisi, yakni AFC Champions League Two (ACL 2), ASEAN Club Championship (ACC), Super League, dan League Cup.
Selain itu, sejumlah pemain juga berpotensi memperkuat Timnas Indonesia pada ajang Piala Asia 2027.
“Kami semua profesional. Kami akan tetap bermain dan berusaha menang. Namun kami juga harus menjaga kesehatan pemain demi pertandingan-pertandingan berikutnya, demi kompetisi Asia, dan demi tim nasional,” papar Tolic.
“Tim nasional akan kembali bertanding pada Januari. Apakah kita ingin para pemain tetap sehat sampai Januari atau justru kelelahan dan cedera? Mana yang lebih penting?”
“Musim ini para pemain bisa menjalani sekitar 65 pertandingan. Jumlah itu hampir seperti jadwal NBA,” ulasnya.
Selain menyoroti jadwal final, Tolic juga mengungkapkan bahwa timnya kehilangan kesempatan menjalani pramusim secara maksimal.
Hal itu terjadi karena Persib harus mengikuti turnamen pramusim, sementara tujuh pemainnya dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Menurutnya, masa pramusim sangat penting untuk membangun kekompakan tim dan menyusun fondasi permainan sebelum memasuki kompetisi resmi.
“Padahal pramusim adalah satu-satunya kesempatan kami memiliki seluruh pemain bersama-sama. Saat itulah kami membangun sistem permainan, mengenal karakter pemain, dan menyusun fondasi tim,” papar Tolic.
“Namun, musim ini kami kehilangan kesempatan tersebut.” imbuhnya.
Sumber: Kompas







