Tiga Dokter Diskors Gegara Pasien Hidup Kembali Saat Akan Dikremasi

Ilustrasi. Tiga Dokter Diskors Gegara Pasien Hidup Kembali Saat Akan Dikremasi. (Foto : Ist.)
Ilustrasi. Tiga Dokter Diskors Gegara Pasien Hidup Kembali Saat Akan Dikremasi. (Foto : Ist.)

Penagar.id, NASIONAL – Insiden mengejutkan terjadi di Rajasthan, India, ketika seorang pria bernama Rohitash Kumar (25) dinyatakan meninggal dunia, namun hidup kembali saat akan dikremasi.

Kejadian ini terjadi pada Kamis (21/11/2024) dan telah menimbulkan sanksi skorsing bagi tiga dokter di Rumah Sakit Bhagwan Das Khetan (BDK), Jhunjhunu.

Kumar, yang memiliki kesulitan berbicara dan mendengar, awalnya dibawa ke rumah sakit setelah mengalami serangan epilepsi.

Namun, dokter di rumah sakit tersebut menyatakan bahwa Kumar meninggal dunia saat tiba.

Baca Juga :  Hasil Seleksi CPNS Kemenag Diumumkan Hari Ini, 17.221 Peserta Lolos

Beberapa jam kemudian, di tengah ritual kremasi, Kumar tiba-tiba bangun dari tempatnya dibaringkan di atas tumpukan kayu.

Otoritas setempat segera menindak ketiga dokter yang dinilai lalai.

Baca Juga :  Erick Thohir Rancang Merger 7 BUMN Karya

Mereka adalah dr Sandeep Pachar (kepala petugas medis), dr Yogesh Kumar Jakhar (pemeriksa medis kesehatan masyarakat), dan dr Navneet Meel (pemeriksa medis rumah sakit).

Menurut kepala pemeriksa medis distrik, D Singh, dokter-dokter tersebut menyusun laporan postmortem tanpa benar-benar melakukan pemeriksaan fisik.

Baca Juga :  Ucapkan Selamat Iduladha, Irwan Usman Minta Kurban Jadi Sarana Penguatan Nilai Spiritual Siswa

Laporan tersebut hanya dibuat secara tertulis, yang akhirnya menyebabkan Kumar dikirim untuk dikremasi dalam keadaan masih hidup.

Pejabat distrik Jhunjhunu, Ramavatar Meena, juga mengonfirmasi bahwa laporan postmortem yang disiapkan dokter hanya dilakukan “di atas kertas,” tanpa verifikasi fisik, sehingga berujung pada kesalahan fatal ini.(*)

 

Baca selengkapnya di Sini


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."