Bantuan Bibit Jagung Dikeluhkan Petani, DKPP Boltara : Sudah Sesuai 

Ilustrasi panen jagung. (Foto : Pexels.com/Michael-Fischer)
Ilustrasi panen jagung. (Foto : Pexels.com/Michael-Fischer)

Penagar.id – Bantuan bibit jagung yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Bolmut kembali menuai polemik. Sejumlah petani mengaku hasil panen jauh dari harapan, bahkan sebagian menilai bibit tersebut tidak layak.

Sorotan publik ini ditanggapi langsung oleh Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bolmut, Dr. Syarifudin. Iatidak sependapa jika kegagalan panen hanya dilimpahkan pada kualitas bibit.

Baca Juga :  Kadisdik Gorut Ajak Generasi Muda Maknai Sumpah Pemuda Momentum Membangun Pendidikan Berkarakter

“Di beberapa tempat itu kualitasnya ketika panen baik,” kata Syarifudin kepada wartawan.

Menurutnya, penyaluran bantuan bibit sudah melewati mekanisme resmi, termasuk tahapan pengujian di laboratorium pertanian provinsi.

“Kami menyalurkan bantuan bibit/benih jagung sudah sesuai SOP atau sudah melalui uji lab yang dilakukan oleh balai pertanian provinsi, jadi kami rasa tidak ada masalah,” ujarnya menegaskan.

Baca Juga :  Nurjanah  Yusuf  Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Kendalikan Inflasi di Gorontalo Utara 

Meski demikian, Syarifudin menyebut pihaknya akan tetap menindaklanjuti setiap laporan dari petani.

“Informasi ini akan kami tindak lanjuti. Kami akan terjunkan penyuluh atau pegawai kami untuk turun ke lokasi untuk mengecek langsung keadaan kebun jagung yang katanya hasil panennya mengecewakan,” jelasnya.

Sebelumnya, petani di Kecamatan Bolangitang Barat menyampaikan kekecewaan karena bibit jagung yang tampak sehat saat ditanam, ternyata menghasilkan tongkol kecil dan tidak seragam.

Baca Juga :  Bone Bolango Gelar Tonggeyamo, Awal Ramadan Resmi Ditetapkan

Mereka menduga bibit bantuan tidak sesuai standar mutu.

Para petani pun mendesak agar pemerintah lebih selektif dalam menentukan penyedia bibit, sekaligus memperketat pengawasan agar peristiwa serupa tidak kembali merugikan masyarakat tani.

**Cek berita dan artikel terbaru kami. Klik untuk Ikuti WhatsApp Channel Penagar.id