Hadapi Ketidakpastian RKAB, BRI Finance Fokus Jaga Kualitas Portofolio

Jakarta, 30 April 2026 – Di tengah dinamika sektor pertambangan, khususnya batu bara, industri pembiayaan saat ini mengadopsi pendekatan yang lebih selektif dalam penyaluran kredit, terutama pada segmen alat berat. Hal ini sejalan dengan masih berlangsungnya proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026, di tengah indikasi penurunan target produksi batu bara nasional ke kisaran 600 juta ton, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 790 juta ton.

Situasi tersebut mendorong pelaku usaha tambang untuk menahan ekspansi dan lebih mengoptimalkan utilisasi alat yang telah dimiliki, sehingga berdampak pada melambatnya permintaan pembiayaan baru untuk alat berat. Bagi industri pembiayaan, kondisi ini turut meningkatkan kewaspadaan, baik dalam menjaga kualitas portofolio eksisting maupun dalam mengantisipasi potensi risiko kredit akibat penyesuaian aktivitas operasional di sektor pertambangan.

Baca Juga :  Makanan yang Bagus untuk Imunitas Kucing

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus mengedepankan strategi bisnis yang adaptif dan berbasis manajemen risiko dalam merespons dinamika tersebut. Perseroan secara konsisten memperkuat prinsip kehati-hatian, khususnya dalam penyaluran pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap fluktuasi harga komoditas dan kebijakan sektoral.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, “BRI Finance secara konsisten mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan memperkuat proses seleksi kredit serta meningkatkan intensitas monitoring terhadap portofolio pembiayaan, guna memastikan kualitas aset tetap terjaga.”

Baca Juga :  Pengiriman ke Luar Negeri Paling Aman Dimulai dari Penanganan Terbaik: Insurance Maksimal & Packaging Standar Internasional

Meskipun demikian, BRI Finance memastikan bahwa aktivitas pembiayaan tetap berjalan secara normal, didukung oleh kebutuhan operasional debitur yang telah berjalan serta kontrak-kontrak saat ini yang masih aktif. Perseroan juga secara berkala mencermati perkembangan kebijakan sebagai bagian dari langkah mitigasi risiko dan penyesuaian strategi bisnis yang responsif terhadap perubahan eksternal.

Pada kuartal I tahun 2026, segmen pembiayaan alat berat tercatat memberikan kontribusi sebesar 17,80% terhadap total portofolio pembiayaan BRI Finance, dengan pertumbuhan penyaluran mencapai 33,26% secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian ini mencerminkan kinerja yang tetap solid di tengah tantangan sektor yang dinamis.

Baca Juga :  Kelola Dana THR dengan Buka Akun di HSB Investasi, Bonus hingga Rp4,2 Juta

Untuk menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, BRI Finance secara aktif mendorong diversifikasi portofolio pembiayaan ke berbagai sektor produktif yang memiliki prospek stabil, seperti konstruksi, logistik, dan sektor penunjang lainnya. Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan portofolio sekaligus mengurangi konsentrasi risiko pada sektor tertentu.

“Diversifikasi pembiayaan menjadi salah satu fokus utama kami untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat resiliensi bisnis di tengah ketidakpastian,” tambah Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

Artikel ini ditulis oleh Mitra Penagar.id yang berkolaborasi dalam mempublikasikan artikel kemitraan strategis terkait promosi produk dan layanan jasa secara informatif dengan tetap menjaga standar estetika media.