Imigrasi Gorontalo Terus Perkuat Budaya Pelayanan Prima Melalui Pelatihan Bersama BRI

Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo menggelar Pelatihan Budaya Pelayanan Prima bagi seluruh pegawai dengan menghadirkan BRI Cabang Gorontalo sebagai pemateri, Rabu (4/3/2026).(Foto : Dok. Imigrasi Gorontalo)
Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo menggelar Pelatihan Budaya Pelayanan Prima bagi seluruh pegawai dengan menghadirkan BRI Cabang Gorontalo sebagai pemateri, Rabu (4/3/2026).(Foto : Dok. Imigrasi Gorontalo)

Penagar.id – Upaya Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo dalam memperkuat kualitas pelayanan publik dan membangun budaya kerja yang profesional terus dilakukan, salah satunya melalui penyelenggaraan Pelatihan Budaya Pelayanan Prima bagi seluruh pegawai, Rabu (4/3/2026).

Dalam sambutanya saat membuka keegiataan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo, Josua Pahala Martua menegaskan bahwa pelayanan prima merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi keimigrasian.

“Transformasi layanan tidak hanya menyangkut aspek administratif dan prosedural, tetapi juga mencakup sikap, etika komunikasi, empati, serta konsistensi dalam memberikan pengalaman layanan yang positif kepada masyarakat,” Josua Pahala Martua.

Baca Juga :  Pemkot Gorontalo Didesak Tutup Borneo Billiard Gegara Dinilai Tak Patuhi Aturan

Guna memaksimalkan Pelatihan Budaya Pelayanan Prima tersebut, kata Josua Pahala Martua, pihaknya menghadirkan narasumber dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Gorontalo.

Menurut Josua Pahala Martua, kehadiran sektor perbankan sebagai mitra pembelajaran menjadi langkah strategis dalam melakukan adaptasi dan pengembangan sistem pelayanan yang lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan.

Sementara itu, dalam sesi pemaparan materi, Asisten Manajer Operasional Bank BRI Cabang Gorontalo, Agus Pramono Lahati, menyampaikan pentingnya membangun budaya pelayanan yang terinternalisasi dalam perilaku individu dan sistem organisasi.

Baca Juga :  Sejumlah Tokoh Tolak Jabatan Menteri dalam Kabinet Prabowo

Agus Pramono Lahati berbagi praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan layanan berbasis standar mutu, penguatan budaya kerja, serta strategi peningkatan kepuasan pelanggan.

Pelayanan prima dipahami sebagai komitmen kolektif yang diwujudkan melalui integritas, kecepatan, ketepatan informasi, kemampuan menangani keluhan, serta penampilan profesional aparatur.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik simulasi pelayanan prima melalui metode role play, yang memungkinkan peserta mengimplementasikan secara langsung prinsip komunikasi efektif, pengendalian emosi, serta teknik penanganan komplain.

Baca Juga :  APREBI : Industri Biomassa Berkontribusi pada Pengentasan Kemiskinan dan Stunting di Gorontalo

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab, yang membahas berbagai dinamika pelayanan di lingkungan keimigrasian, termasuk tantangan dalam menghadapi ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi.

Diharapkan, nilai-nilai pelayanan prima yang diperoleh tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi menjadi budaya organisasi yang berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan keimigrasian di Provinsi Gorontalo.(***)