Sejumlah Tokoh Tolak Jabatan Menteri dalam Kabinet Prabowo

Sejumlah tokoh menolak jabatan menteri dalam Kabinet Prabowo. (Foto CNN Indonesia)
Sejumlah tokoh menolak jabatan menteri dalam Kabinet Prabowo. (Foto CNN Indonesia)

Penagar.id, NASIONAL – Beberapa tokoh penting menyatakan penolakan untuk bergabung dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto, yang akan dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober mendatang.

Prabowo dijadwalkan menggantikan Presiden Joko Widodo yang telah memimpin Indonesia selama 10 tahun. Komposisi kabinet telah dipersiapkan sebelum pelantikan tersebut.

Salah satu yang menolak adalah adik kandung Prabowo sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo.

Hashim mengungkapkan bahwa ia sempat ditawari posisi menteri oleh Prabowo, namun memilih untuk menolak tawaran tersebut.

Baca Juga :  Lewat ImiHub, Imigrasi Gorontalo Kenalkan Dunia Kampus hingga ke Pesisir Kabila Bone

“Saya ditawarkan tapi saya menolak, saya kira lebih baik saya di luar,” ujar Hashim di  Senayan, Jakarta pada agustus kemarin.

Selain Hashim, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, juga menolak permintaan Prabowo untuk kembali menduduki jabatan menteri.

Baca Juga :  Kebakaran Melanda Pabrik Kertas di Cikarang Barat

Meski begitu, Luhut menyatakan kesediaannya untuk membantu Prabowo sebagai penasihat jika diminta.

“Saya sudah sampaikan, beliau sudah minta. Saya sampaikan kalau untuk jadi menteri, saya tidak, tapi saya siap membantu sesuai permintaan beliau sebagai penasihat kalau itu masih diminta,” ungkap Luhut.

Luhut menyatakan bahwa ia lebih memilih untuk pensiun setelah jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berakhir.

Baca Juga :  Ratusan Warga Pulubala Diduga Tertipu Kontrak Tanah Perusahaan Sawit

Khofifah Indar Parawansa, yang juga ditawari kursi menteri dalam pemerintahan Prabowo, memutuskan untuk menolak tawaran tersebut.

Khofifah memilih untuk kembali maju sebagai calon gubernur Jawa Timur pada Pilkada Serentak 2024, berpasangan dengan Emil Dardak.

Khofifah-Emil akan bersaing dengan pasangan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) dan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim dalam perebutan kursi nomor 1 di Jawa Timur.(*)

 

*Baca selengkapnya di sini 


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."