KPK Ambil Alih Kasus Sawit Gorontalo, Kunjungan Dijadwalkan November

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. (Foto : tirto/Tf Subarkah)
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. (Foto : tirto/Tf Subarkah)

Penagar.id – Penanganan persoalan terkait tata kelola perkebunan kelapa sawit di Provinsi Gorontalo kini mendapat perhatian serius dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Umar Karim.

Ia menyampaikan bahwa lembaga antirasuah tersebut telah mengambil alih penanganan kasus tersebut dari tingkat daerah.

“Kami laporkan bahwa permasalahan ini sudah diambil alih oleh KPK.  Saya mendapat informasi bahwa KPK akan datang ke Gorontalo sekitar bulan November,” katanya.

Baca Juga :  Reses di Dumbo Raya, Fikram Salilama Serap Aspirasi Warga soal Pelayanan Publik

Langkah KPK ini diharapkan dapat mempercepat proses penegakan hukum dan memastikan tata kelola perkebunan sawit di Gorontalo berjalan lebih transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Selain itu, DPRD Provinsi Gorontalo melalui Pansus menyatakan komitmennya untuk menyerahkan hasil rekomendasi resmi kepada Gubernur Gorontalo agar dapat diteruskan kepada kementerian terkait.

Baca Juga :  Fadli Poha Tekankan Pentingnya Integritas dan Profesionalitas Timsel KPID Gorontalo

“Tujuannya agar setiap temuan dan kebijakan dapat ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku,” kata Umar.

Rekomendasi tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD dalam memperkuat sistem pengawasan dan perbaikan tata kelola sektor perkebunan sawit, terutama terkait pemanfaatan lahan sesuai izin Hak Guna Usaha (HGU) dan hak masyarakat daerah.

Baca Juga :  Femmy Udoki Ingatkan Janji Pemerintah Terkait Pinogu di HUT ke-25 Gorontalo

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."