PENAS XVII Hadirkan Ruang Rekreasi dan Kebanggaan Masyarakat Gorontalo

Wapres Gibran, Mentan Amran, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama pejabat pusat dan daerah hadir di PENAS XVII. Kehadiran tokoh nasional ini dinilai jadi kebanggaan masyarakat Gorontalo. /Penagar.id
Wapres Gibran, Mentan Amran, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama pejabat pusat dan daerah hadir di PENAS XVII. Kehadiran tokoh nasional ini dinilai jadi kebanggaan masyarakat Gorontalo. /Penagar.id

Penagar.id – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan tidak hanya menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi masyarakat Gorontalo, kegiatan berskala nasional itu juga menjelma menjadi ruang rekreasi keluarga sekaligus momentum memperlihatkan wajah sosial dan budaya daerah kepada para tamu yang datang.

Ada berbagai produk lokal, kuliner khas daerah, hingga kerajinan tangan yang ditampilkan selama kegiatan menjadi sarana memperkenalkan identitas Gorontalo kepada masyarakat dari luar daerah.

Kehadiran ribuan tamu dinilai menjadi kesempatan berharga untuk memperluas pengenalan budaya dan potensi lokal kepada tingkat nasional.

Di sejumlah titik kegiatan, pengunjung tampak menikmati berbagai atraksi yang ditampilkan selama pelaksanaan PENAS XVII.  Keramaian tersebut menghadirkan suasana berbeda yang jarang ditemui dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Rahma (24), salah satu warga Limboto yang datang bersama keluarga mengaku terkesan juga bangga dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut di gorontalo.

Baca Juga :  Lomba Dai Kamtibmas Polres Bone Bolango Jadi Wadah Sinergi Polri dan Ulama Lawan Intoleransi

Mereka memanfaatkan kesempatan langka tersebut untuk menyaksikan secara langsung suasana kegiatan nasional yang untuk pertama kalinya digelar di Gorontalo.

Tidak hanya melihat berbagai pameran dan kegiatan pertanian, warga juga dapat berinteraksi dengan peserta dari berbagai provinsi yang membawa beragam karakter dan budaya daerah masing-masing.

“Ada berbagai jenis UMKM yang dipamerkan. Kami juga melihat bagaimana para tamu dari berbagai daerah hadir dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Menurutnya, suasana itu menjadikan kawasan kegiatan sebagai ruang pertemuan yang mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkenalkan Gorontalo kepada tamu dari berbagai penjuru Indonesia.

“Apalagi kemarin ada Wapres dan sejumlah pejabat pusat. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami masyarakat Gorontalo,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan oleh pengunjung lainnya. Momentum ini dinilai menjadi kesempatan bagi masyarakat Gorontalo untuk menunjukkan nilai-nilai sosial yang selama ini hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Kasus TPPO di Pohuwato, Germo Residivis Diamankan

“Tentunya kita harus ramah terhadap tamu dan mau membantu memberikan informasi. Termasuk berpartisipasi menjaga kenyamanan juga,’ ujar pengunjung lainnya.

Mereka menilai, hal tersebut bisa menjadi gambaran keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan nasional tersebut.

Dengan begitu, nilai kebersamaan yang dikenal dalam budaya Gorontalo turut terlihat selama pelaksanaan PENAS XVII.

Selain itu, warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menciptakan suasana yang nyaman bagi peserta dan pengunjung.

Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa PENAS XVII telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat selama pelaksanaannya berlangsung.

“Kita bisa melihat secara kasat mata terjadi geliat ekonomi yang sangat signifikan karena banyak kegiatan yang ditampilkan pada PENAS ini. Apalagi PENAS bersifat nasional sehingga diliput oleh berbagai media dan diketahui masyarakat luas,” ujar Gusnar.

Baca Juga :  Kasilog Korem 133/NW Tinjau Progres Koperasi Merah Putih, Pastikan Material Sesuai Standar

Menurutnya, skala nasional kegiatan tersebut membuat perhatian publik terhadap Gorontalo meningkat secara signifikan, sekaligus membuka ruang yang lebih luas untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat Indonesia.

Tingginya mobilitas masyarakat selama PENAS XVII juga terlihat dari padatnya arus kendaraan menuju kawasan kegiatan.

“Kami bahkan harus melalui jalur alternatif saat menuju lokasi pameran karena padatnya arus kendaraan menuju kawasan kegiatan,” ungkapnya.

Menurut Gusnar, kondisi tersebut menunjukkan besarnya animo masyarakat untuk terlibat dan menyaksikan secara langsung berbagai rangkaian kegiatan yang digelar.

Pada akhirnya, bagi masyarakat Gorontalo, PENAS XVII  tidak hanya menjadi agenda nasional milik petani dan nelayan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut telah menjadi ruang perjumpaan sosial, sarana rekreasi keluarga, sekaligus momentum memperkenalkan keramahan dan identitas budaya Gorontalo kepada para tamu dari seluruh Indonesia.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."