Menteri ESDM Ancam Evaluasi Izin Tambang Tak Bangun Smelter

Ilustrasi tambang(freepik.com/boggy)
Ilustrasi tambang(freepik.com/boggy)

Penagar.id, NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan akan mengevaluasi izin perusahaan tambang yang tidak serius membangun fasilitas smelter.

Hal ini disampaikan Bahlil di hadapan Presiden Joko Widodo saat meresmikan smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Internasional di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/9/2024).

Baca Juga :  Hadiri Cap Go Meh, Menteri Kebudayaan Sebut Tradisi Ini Gerakkan Ekonomi dan Budaya

Pemerintah, kata Bahlil, memberikan sejumlah kelonggaran, termasuk insentif fiskal berupa tax holiday selama 20 tahun, agar proyek hilirisasi senilai Rp 21 triliun ini bisa berjalan lancar.

Menurutnya, dukungan pemerintah penting untuk memastikan pembangunan smelter ini berhasil. Namun, ia juga memberi peringatan keras kepada perusahaan yang enggan menjalankan kewajiban ini.

Baca Juga :  Panglima TNI Naikkan Pangkat Seskab Teddy Indra Wijaya jadi Letnan Kolonel

“Besok pengusaha-pengusaha nasional ini, Pak, yang sudah dikasih izin-izin tambang, kalau tidak bangun smelter, saya (minta) izin saya akan tinjau saja, Pak,” kata Bahlil, dikutip dari mengutip Kompas.

Menurut Bahlil, perusahaan yang tidak mematuhi aturan cenderung hanya menjual bahan mentah atau raw material yang tidak memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Baca Juga :  Jokowi Pamit

Dirinya menegaskan, izin tambang harus diprioritaskan untuk pembangunan smelter, bukan hanya untuk menjual bahan mentah.

“(Izin tambang) harus dipakai dulu untuk membangun smelter, kalau tidak izinnya dipakai untuk jual-jual saja,” ucap Ketua Umum Partai Golkar itu.(*)

*Baca selengkapnya di Sini

**Cek berita dan artikel terbaru kami. Klik untuk Ikuti WhatsApp Channel Penagar.id