Penagar.id – Rapat Paripurna ke-64 DPRD Provinsi Gorontalo yang digelar untuk memperingati 25 tahun berdirinya Provinsi Gorontalo menjadi ruang evaluasi bagi para legislator.
Dalam forum tersebut, anggota Fraksi PAN, Femmy Udoki, menyampaikan kritik langsung kepada pemerintah provinsi terkait pembangunan yang dinilai belum merata.
Femmy mengakui sejumlah capaian positif yang disampaikan eksekutif, terutama pada sektor ekonomi dan ketahanan pangan.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang kini berada pada posisi ketujuh nasional serta fokus pemerintah terhadap stabilitas pangan menunjukkan arah kebijakan yang sejalan dengan kebutuhan daerah.
“Di usia yang ke-25 tahun ini, alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Gorontalo semakin membaik. Program pemerintah provinsi juga lebih tertumpu pada penguatan ketahanan pangan, ini langkah maju,” ujar Femmy.
Namun, di balik capaian tersebut, legislator asal Bone Bolango itu menyoroti mandeknya pemerataan pembangunan infrastruktur, terutama akses menuju Kecamatan Pinogu.
Menurutnya, janji Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail untuk menyisipkan anggaran bagi wilayah terpencil tersebut kembali tidak tertuang dalam program prioritas.
“Sebagai orang Bone Bolango, saya merasa ada satu yang terlupakan oleh Gubernur, yaitu janji beliau terhadap Pinogu. Wilayah ini dijanjikan ada anggarannya, minimal untuk DAD-nya. Tetapi hari ini, dari sekian banyak yang disampaikan, Pinogu tidak ada,” tegasnya.
Femmy mendorong agar pemerintah tidak menjadikan pengesahan APBD sebagai alasan untuk menunda perbaikan infrastruktur vital.
Ia meminta gubernur mengambil langkah terukur agar masyarakat Pinogu tidak terus berada dalam keterisolasian.
“Momentum HUT ke-25 ini harus benar-benar mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana cita-cita awal perjuangan Provinsi Gorontalo,” pungkas Femmy.






