Penagar.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, geram dan melontarkan kritik terhadap NATO setelah sejumlah negara anggota menolak terlibat dalam rencana pengamanan jalur strategis di Selat Hormuz.
Penolakan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait ancaman terhadap jalur distribusi minyak global yang melewati perairan tersebut.
Dilaporkan AFP, sebagian besar sekutu Washington tidak bersedia mengirimkan pasukan untuk mengawal kapal di wilayah tersebut. Emmanuel Macron bahkan menyatakan negaranya tidak akan terlibat hingga situasi dinilai lebih stabil.
“Saya pikir NATO melakukan kesalahan yang sangat bodoh,” kata Trump kepada wartawan saat ia menjamu Perdana Menteri (PM) Irlandia Micheal Martin di Ruang Oval, Gedung Putih.
“Saya sudah lama mengatakan bahwa saya bertanya-tanya apakah NATO akan pernah ada untuk kita. Jadi ini adalah ujian besar,”
Meski demikian, Trump menegaskan Amerika Serikat siap bertindak sendiri dalam menghadapi Iran, termasuk dalam merespons isu program nuklirnya.
“Kita tidak membutuhkan terlalu banyak bantuan. Kita tidak membutuhkan bantuan apa pun,” kata Trump.
Beberapa menit sebelum pertemuan, Trump membuat unggahan panjang di platform Truth Social miliknya yang menyatakan bahwa pasukan AS “tidak lagi membutuhkan” bantuan militer dalam perang Iran.
Trump mengatakan bahwa “sebagian besar” sekutu NATO telah menyatakan tidak ingin terlibat, bersama dengan Jepang, Australia, dan Korea Selatan, menggambarkan aliansi militer yang telah berusia puluhan tahun itu sebagai “jalan satu arah.”
“Karena kita telah meraih kesuksesan militer yang begitu besar, kita tidak lagi ‘membutuhkan,’ atau menginginkan, bantuan negara-negara NATO -KITA TIDAK PERNAH MEMBUTUHKANNYA!”
Pernyataan tersebut kembali mencerminkan kritik lama Trump terhadap NATO, terutama terkait pembagian tanggung jawab dalam pendanaan pertahanan di antara negara anggota.
Politikus dari Partai Republik itu juga sempat membuka kemungkinan untuk meninjau kembali hubungan Amerika Serikat dengan NATO, meski belum menjadi keputusan dalam waktu dekat.
Namun, Trump mengulangi kritiknya terhadap rekan-rekan asingnya terkait masalah ini, dengan mengatakan PM Inggris Keir Starmer “tidak mendukung, dan saya pikir itu adalah kesalahan besar.”
Di sisi lain, situasi di kawasan semakin memanas setelah Iran meningkatkan tekanan terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran internasional.
Diketahui, Iran telah menargetkan fasilitas energi negara-negara tetangganya yang memproduksi minyak mentah dan menyerang serta mengancam kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, yang hampir menutup jalur air vital yang dilalui seperlima dari minyak mentah global.
Sumber : Detik








