Inspektorat Kota Gorontalo Diminta Transparan Tangani Dugaan Praktik “Mafia Obat”

Ilustrasi. (Foto: iStock)
Ilustrasi. (Foto: iStock)

Penagar.id – Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo mendesak pengusutan dugaan praktik mafia obat di sejumlah rumah sakit daerah yang ada di daerah itu.

Desakan tersebut ditegaskan Ketua Forum Gerakan Aliansi Kesehatan, Majid Mustaki saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Inspektorat serta di Dinas Kesehatan Kota Gorontalo.

Majid Mustaki meminta pihak Inspektorat Kota Gorontalo agar bersikap profesional, transparan dan tidak tebang pilih dalam mengungkap kasus dugaan mafia obat yang tengah menjadi sorotan publik.

“Inspektorat harus bekerja secara objektif dan terbuka. Jangan sampai ada upaya melindungi oknum tertentu dalam kasus ini,” kata Majid Mustaki.

Baca Juga :  Dinilai Gagal, Kasmat Toliango Minta Kapolres Pohuwato Dicopot!

Aksi ini merupakan bentuk tekanan publik agar penanganan kasus dugaan mafia obat di Kota Gorontalo dapat dilakukan secara serius dan tuntas.

Dengan begitu, akan memberikan efek jera terhadap pihak-pihak yang terbukti bersalah.

Menanggapi desakan tersebut, Kepala Inspektorat Kota Gorontalo menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah membentuk tim khusus.

Saat ini, kata dia, tim khusus tersebut sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah oknum yang diduga terlibat.

Baca Juga :  Kejari Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PUDAM Gorut

“Kami pastikan proses pemeriksaan berjalan. Tim sudah bekerja dan beberapa pihak terkait telah dimintai keterangan,” ujarnya.

Selain di Inspektorat, massa aksi juga melakukan aksi unjuk rasa ke Dinas Kesehatan Kota Gorontalo.

Dalam aksi tersebut, massa mendesak agar pihak Dinas segera menghadirkan Direktur RSUD Aloe Saboe (RSAS) untuk memberikan klarifikasi langsung.

Baca Juga :  Waspada Hepatitis B, Sebanyak 6,7 Juta WNI Diperkirakan Terinfeksi

Sekitar 15 menit berselang, Direktur RSAS akhirnya hadir dan menemui massa aksi.

Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit telah mengambil langkah awal dengan memindahkan tiga orang yang diduga terkait dalam kasus tersebut ke Dinas Kesehatan Kota Gorontalo.

“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk respons awal sambil menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Direktur RSAS.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

Redaktur Penagar.id
"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."