Imigrasi Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal di Tengah Kebijakan WFH

Pelayanan di Kantor Imigrasi tetap berjalan optimal meski sebagian ASN bekerja dari rumah.(Foto : Dok. Imigrasi)
Pelayanan di Kantor Imigrasi tetap berjalan optimal meski sebagian ASN bekerja dari rumah.(Foto : Dok. Imigrasi)

Penagar.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Imigrasi mulai menerapkan pola kerja fleksibel dengan skema Bekerja dari Rumah (Work From Home/WFH) setiap hari Jumat.

Kebijakan ini ditujukan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menangani fungsi administratif dan dukungan manajemen.

Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur pelaksanaan tugas kedinasan ASN..

Aturan ini resmi diberlakukan mulai Jumat, 10 April 2026 ini jugas diperkuat dengan Surat Edaran Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 2 Tahun 2026.

Baca Juga :  Cek Fakta: Klaim Prabowo Dukung Referendum Aceh dan Papua Ternyata Hoaks
Operasional pelayanan Kantor Imigrasi tetap terjaga optimal di tengah penerapan kerja dari rumah bagi sebagian ASN.(Foto : Dok. Imigrasi)
Operasional pelayanan Kantor Imigrasi tetap terjaga optimal di tengah penerapan kerja dari rumah bagi sebagian ASN.(Foto : Dok. Imigrasi)

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyebut kebijakan ini tidak hanya soal fleksibilitas kerja, tetapi juga strategi efisiensi energi sekaligus upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

“Kami memastikan bahwa operasional layanan keimigrasian tidak akan terganggu. WFH diperuntukkan bagi ASN yang melaksanakan tugas dukungan manajemen,” ujar Hendarsam pada Rabu (8/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa layanan publik tetap berjalan normal tanpa pengurangan kualitas.

“Untuk petugas layanan ataupun yang melakukan pengawasan keimigrasian, tetap bekerja sebagaimana biasa,” sambungnya.

Baca Juga :  Residivis Pembobol Toko di Gorontalo Ditangkap di Sulteng

Hendarsam juga mengungkaapkan bahwa petugas yang berada di garis depan seperti pelayanan paspor, izin tinggal, serta pengawasan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di bandara, pelabuhan, hingga perbatasan negara tetap bekerja seperti biasa.

Hendarsam juga memastikan unit intelijen keimigrasian tetap menjalankan tugasnya secara penuh.

Pelayanan di Kantor Imigrasi tetap maksimal walaupun sebagian aparatur menjalankan WFH.(Foto : Dok. Imigrasi)
Pelayanan di Kantor Imigrasi tetap maksimal walaupun sebagian aparatur menjalankan WFH.(Foto : Dok. Imigrasi)

Untuk memastikan kinerja tetap optimal, lanjut Hendarsam , Ditjen Imigrasi menerapkan sistem pengawasan internal yang ketat.

Baca Juga :  Mahasiswa PKM-PM UNG Latih Kader Posyandu Produksi Cookies Anti-Stunting

Setiap pimpinan unit jugaa diwajibkan memonitor capaian kerja harian pegawai yang menjalankan WFH agar produktivitas tetap terjaga meskipun bekerja dari lokasi berbeda.

“Kepentingan masyarakat adalah prioritas utama. Saya menginstruksikan kepada seluruh kepala kantor wilayah, kepala kantor imigrasi, dan kepala rumah detensi imigrasi untuk memantau langsung di lapangan,” kata Hendarsam.

Di akhir keterangannya, Hendarsam kembali mengingatkan seluruh jajaran agar tidak mengabaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat di tengah penerapan kebijakan baru ini.

“Hal ini penting untuk memastikan layanan tetap berjalan dengan cepat, transparan, dan tanpa hambatan. Pelaksanaan WFH tidak boleh sampai mengurangi kualitas pelayanan yang selama ini kita bangun,” pungkasnya.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Artikel khusus di Penagar.id yang mempublikasikan hasil kerja sama dengan tetap menjaga standar estetika media."