Metropolis

Soal Video Lurah Tersebar Berujung Laporan Polisi, Begini Tanggapan Pemkot Gorontalo

×

Soal Video Lurah Tersebar Berujung Laporan Polisi, Begini Tanggapan Pemkot Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Soal Video Lurah Tersebar Berujung Laporan Polisi, Begini Tanggapan Pemkot Gorontalo.(Foto : Republika)
Ilustrasi. Soal Video Lurah Tersebar Berujung Laporan Polisi, Begini Tanggapan Pemkot Gorontalo.(Foto : Republika)

Penagar.id, GORONTALO – Polemik tersebarnya video salah satu lurah di Kecamatan Sipatana, akhirnya ditanggapi oleh Pemerintah Kota Gorontalo.

Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo Deddy A Kadullah saat ditemui awak media mengaku memang telah menerima video tersebut.

“Iya ada, dia (Camat) kirimkan sebagai laporan. Itu sudah lama, beberapa bulan lalu,” kata Deddy, Senin (20/1/2024).

Ia mengaku tidak menyebarkan video tersebut setelah dikirimkan oleh camat Sipatana.

“Dan itu hanya untuk konsumsi pribadi saya,” ujarnya.

Deddy mengatakan, penyelesaian terkait persoalan tersebut sudah diserahkan sepenuhnya kepada Asisten 1 Pemerintah Kota Gorontalo selaku atasan camat Sipatana.

“Saya Sudah Serahkan ke Dia (Asisten 1). Karena dia atasan Camat dan Lurah,” singkat Deddy.

Baca Juga :  Pelaku Penganiayaan di Kota Gorontalo Diamankan Polisi

Proses Penanganan Pemkot Gorontalo

Plt Asisten I Pemerintah Kota Gorontalo, Iskandar Murad mengaku sudah berupaya menyelesaikan persoalan ini.

Dirinya bahkan berencana membawa persoalan ini ke majelis kode etik.

“Kami rencananya akan mengalihkan ke Majelis Kode Etik. Nah, melalui itu kita akan selesaikan urusan ini,” kata Iskandar.

Namun, kata dia, rencana tersebut masih ditunda, sebab saat ini pemerintah kota Gorontalo masih menunggu hasil penanganan yang sementara dilakukan oleh Polda Gorontalo.

“Karena masalah ini sudah bergulir di Polda, tentunya untuk keputusan sidang kode etik ini di tunda. Kita menunggu dulu hasil dari Polda,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pelayanan Lurah Dutulanaa Dinilai Lambat

“Jangan sampai kita membuat satu keputusan atau menjatuhkan hukuman disiplin sementara itu tidak sesuai dengan atau berlawanan dengan hasil pemeriksaan di Polda,” tambahnya.

Klarifikasi Camat Sipatana

Dugaan penyebaran video salah seorang Lurah di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo menarik perhatian publik setelah Dilaporkan ke Polda Gorontalo.

Ronald Van Mansur Nur, selaku kuasa Hukum lurah menyebut, tersebarnya video tersebut telah merugikan harkat serta martabat kliennya, baik sebagai pejabat publik maupun sebagai seorang perempuan.

Dugaan pencemaran nama baik tersebut bermula saat lurah diundang rapat pertemuan di kantor Camat Sipatana.

Saat rapat itu Lurah terjatuh dan momen tersebut direkam oleh camat Sipatana. Video tersebut kemudian diduga disebarkan oleh Camat Sipatana.

Baca Juga :  Polda Gorontalo Didesak Tangkap Distributor Kartu SIM Tri yang Teregistrasi Ilegal

Camat Sipatana, Lukman Laisa saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan bahwa dirinyalah yang merekam video tersebut.

Lukman mengaku tujuannya merekam kejadian tersebut sebagai laporan ke atasannya terkait hasil mediasi persoalan yang saat itu tengah berlangsung.

Kendati demikian, dirinya menegaskan tidak pernah menyebarluaskan video tersebut.

Kepada awak media Lukman mengaku hanya mengirimkan video tersebut ke Pj Walikota, serta Pj Sekda dan Asisten 1 Kota Gorontalo.

Lantas, siapa yang menyebarkan Video itu? Hingga saat kasus tersebut masih bergulir Polda Gorontalo.(*)

**Cek berita dan artikel terbaru kami dengan mengikuti WhatsApp Channel

You cannot copy content of this page