Dikti Buka Pendaftaran Beasiswa BKI 2025, Simak Persyaratannya

Dikti Buka Pendaftaran Beasiswa BKI 2025.(Foto : Potongan Gambar Dikti)
Dikti Buka Pendaftaran Beasiswa BKI 2025.(Foto : Potongan Gambar Dikti)

Penagar.id – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Dikti) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Kemitraan Indonesia (BKI) Tahun 2025 bagi dosen perguruan tinggi negeri maupun swasta di bawah naungan kementerian tersebut.

Program ini ditujukan untuk mendorong peningkatan kualifikasi akademik dosen ke jenjang doktoral di luar negeri.

Baca Juga :  Penjelasan Bupati Soal Satpol PP Bubarkan Posko Tolak Kenaikan PBB

Beasiswa BKI tersedia bagi mahasiswa baru maupun yang sedang menempuh studi (on-going) di luar negeri. Sesuai ketentuan, perguruan tinggi tujuan wajib memberikan keringanan biaya kuliah yang dibuktikan melalui Letter of Acceptance (LoA) atau dokumen resmi lainnya.

“Durasi pembiayaan BKI maksimal empat tahun untuk mahasiswa baru dan tiga tahun bagi mahasiswa on-going,” demikian tertulis dalam pengumuman resmi Ditjen Dikti yang diterima, Senin.

Baca Juga :  Makin Banyak Anak Muda Terserang Stroke, Ini Penjelasan Dokter

Beasiswa ini terbuka untuk seluruh bidang studi doktoral. Ditjen Dikti menegaskan, program tersebut merupakan salah satu upaya memperkuat kompetensi dosen serta memperluas jejaring internasional perguruan tinggi Indonesia.

Baca Juga :  Minta Aset DPRD di Audit, GMNI Kabgor Desak Pemda Laporkan Dugaan Penggadaian Mobil Dinas

Untuk informasi lebih lanjut, pelamar dapat menghubungi administrator beasiswa luar negeri Direktorat Sumber Daya melalui email : bln.dikti@kemdiktisaintek.go.id.

Batas akhir pendaftaran ditetapkan pada 26 September 2025. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui memilih menu Beasiswa Kemitraan Indonesia di http://kualifikasidikti.kemditisaintek.go.id.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Penulis di Penagar.id yang aktif mengurasi berbagai sumber tepercaya untuk menghadirkan cakrawala informasi yang lebih luas bagi pembaca."