Diskresi Pemangkasan Anggaran Picu Ketegangan Banggar

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie. (Foto : Dok. Ist.)
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie. (Foto : Dok. Ist.)

Penagar.id -Suasana memanas terjadi dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Gorontalo.

Sejumlah legislator menyuarakan protes atas kebijakan pemotongan anggaran yang dinilai tidak merata di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Instruksi pemerintah pusat mewajibkan pemangkasan sebesar 50 persen.

Namun, data dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menunjukkan ada OPD yang justru luput dari pemotongan tersebut, memunculkan pertanyaan tajam dari anggota DPRD, Espin Tulie dan Meyke Camaru.

Baca Juga :  Dukung Penertiban Badut Jalanan, Sri Darsianti : Harus Manusiawi

“Kami sudah mengingatkan sebagai fungsi pengawasan. Tidak boleh ada pengecualian jika memang aturan pusat mengatakan pemotongan 50 persen,” tegas Espin.

Ketua TAPD yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, langsung merespons kritik tersebut.

Baca Juga :  Femmy Udoki Salurkan Bibit Jagung untuk Petani Bone Bolango

Ia menjelaskan bahwa diskresi dilakukan terhadap OPD dengan alokasi anggaran yang terbatas seperti BKD dan Dinas Pangan, agar program-program penting mereka tidak berhenti.

Menurutnya, efisiensi tetap tercapai lewat skema subsidi silang antar OPD. Namun penjelasan tersebut belum cukup menenangkan para legislator.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Sahkan 15 Ranperda dalam Propemperda 2026

Mereka menuntut transparansi lebih lanjut mengenai kriteria pengecualian serta laporan lengkap mekanisme pemotongan anggaran.

Ketegangan ini menjadi penanda bahwa DPRD Gorontalo semakin kritis dalam mengawal keadilan distribusi anggaran.

Ketika efisiensi menjadi dalih utama, kejelasan dan kesetaraan justru menjadi tuntutan yang tidak bisa dinegosiasikan.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."