Ghalieb Soroti Kenaikan Kasus Kekerasan Anak di Balik Predikat “Provinsi Layak Anak”

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun. (Foto :  Dok. Ist.)
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun. (Foto :  Dok. Ist.)

Penagar.id – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, menyoroti isu perlindungan anak dalam momentum Peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo.

Ia menilai penghargaan “Provinsi Layak Anak” yang baru diterima pemerintah daerah tidak sejalan dengan meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah tersebut.

Ghalieb membeberkan bahwa ada sekitar 300 laporan kekerasan terhadap anak, dan ia meyakini jumlah sebenarnya jauh lebih besar karena banyak kasus tidak dilaporkan.

“Provinsi Gorontalo memang baru saja mendapat penghargaan sebagai provinsi layak anak, tapi angka kekerasan seksual terhadap anak justru meningkat,” kata Ghalib usai mengikuti rangkaian agenda HUT pada Jumat (5/12/2025).

Baca Juga :  Hamzah Idrus Serap Aspirasi Warga Tapa, UMKM Jadi Prioritas

“Kurang lebih 300 kasus yang terlapor, dan yang tidak terlapor tentu jauh lebih banyak. Kita berharap hal itu tidak terjadi lagi,” tegas Ghalieb.

Ia menegaskan bahwa predikat “Layak Anak” tidak boleh berhenti sebagai penghargaan seremonial. Menurutnya, dibutuhkan edukasi, sosialisasi, dan upaya pencegahan yang konsisten untuk melindungi anak-anak di Gorontalo.

Baca Juga :  DPRD dan Pemprov Gorontalo Sepakat KUA-PPAS 2026

Ghalieb juga mengungkap lambannya pembentukan UPTD khusus yang menangani kasus kekerasan perempuan dan anak. Meski Pergub telah ada, unit tersebut belum berjalan karena masih menunggu terbitnya SK Gubernur.

“Belum ada UPTD yang mengurus dan mengawal kasus-kasus ini, padahal Pergub-nya sudah ada. Kami di Komisi IV sudah mendorong, tetapi masih menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur untuk pembentukan UPTD tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tinjau Sekolah, DPRD Dorong Pemerintah Segera Penuhi Fasilitas Pendidikan

Ia berharap HUT ke-25 menjadi momentum memperkuat perlindungan generasi muda sekaligus pengingat akan tujuan awal dibentuknya Provinsi Gorontalo.

“Perayaan ini harus menjadi pengingat, bahwa pekerjaan kita untuk melindungi generasi dan mensejahterakan rakyat masih panjang,” tutup Ghalieb.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."