Jaksa Tuntut Bebas Guru Honorer Supriyani dalam Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa

Jaksa menuntut Bebas Guru Honorer Supriyani dalam Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa.(Foto : Tribun)
Jaksa menuntut Bebas Guru Honorer Supriyani dalam Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa.(Foto : Tribun)

Penagar.id, NASIONAL – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut bebas terhadap Supriyani, seorang guru honorer di SD Negeri 4 Baito, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, yang dituduh menganiaya siswanya.

Tuntutan tersebut disampaikan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Andoolo pada Senin (11/11/2024).

“Menuntut, supaya majelis hakim PN Andoolo yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan, menyatakan, menuntut Supriyani lepas dari segala tuntutan hukum,” kata JPU Ujang Sutisna dalam pembacaan surat tuntutannya, dikutip dari detikcom.

Ujang menambahkan bahwa tuntutan bebas juga mencakup pembebasan Supriyani dari dakwaan pelanggaran Pasal Perlindungan Anak.

Baca Juga :  Partai Mahasiswa Indonesia adakan FGD Kritisi Asas Dominus Litis

Menurutnya, terdapat sejumlah pertimbangan yang mendasari tuntutan tersebut, salah satunya adalah ketidakmampuan untuk membuktikan adanya niat jahat atau mens rea dari tindakan yang dilakukan Supriyani.

“Walaupun perbuatan pidana dapat dibuktikan, tetapi tidak dapat dibuktikan adanya sifat jahat atau niat buruk,” jelas Ujang.

Baca Juga :  Viral Warga Serbu Ponpes di Bekasi, Ustaz Diduga Cabuli 6 Santriwati

Ia berpendapat bahwa tindakan Supriyani terhadap korban lebih bersifat sebagai bagian dari proses mendidik, bukan penganiayaan yang disengaja.

JPU menegaskan bahwa meskipun Supriyani memukul siswa, hal itu tidak dapat dianggap sebagai tindak pidana.

Baca Juga :  Hadang Pengendara Saat Mabuk, Pemuda di Minahasa Utara Ditangkap Polisi

“Kami mengemukakan bahwa tidak ada hal yang memberatkan dalam perkara ini,” kata Ujang.(*)

 

Baca selengkapnya di Sini


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp Penagar.id

"Kegemarannya dalam menulis membawa pria yang akrab disapa Iwan ini terjun ke dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan di salah satu media pertama dan terbesar di Gorontalo, pengalaman yang semakin memotivasinya untuk terus menulis."