Penagar.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menolak proposal Rusia terkait pengambilalihan uranium yang diperkaya milik Iran sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik yang masih berlangsung.
Penolakan tersebut disampaikan oleh Kremlin melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, yang menyebut bahwa usulan tersebut sebelumnya diajukan langsung oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.
“Rusia siap menerima uranium yang diperkaya milik Iran di wilayahnya,” kata Peskov kepada saluran televisi India Today, seperti dikutip kantor berita RIA.
Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi solusi diplomatik yang efektif, namun tidak mendapat persetujuan dari pihak Washington.
“Ini akan menjadi keputusan yang baik. Tetapi sayangnya pihak Amerika menolak proposal ini,” ucapnya.
Menurut Peskov, meski proposal itu ditolak, Rusia tetap membuka kemungkinan untuk kembali membahasnya jika negara-negara terkait menghendaki.
Laporan sejumlah media menyebutkan, tawaran Moskow untuk mengambil alih stok uranium Iran sebenarnya telah diajukan sejak Juni tahun lalu, namun belum mendapat tindak lanjut hingga kembali diusulkan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, laporan media di AS mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump menolak opsi tersebut.
Sementara itu, Iran masih mempertimbangkan langkah selanjutnya bergantung pada hasil negosiasi dengan Washington terkait program nuklirnya.
Sebelumnya, AS menjadikan kepemilikan uranium yang diperkaya oleh Iran sebagai salah satu alasan utama dalam tekanan dan aksi militernya terhadap Teheran, dengan kekhawatiran potensi pengembangan senjata nuklir.
Namun, Kremlin menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak memiliki dasar kuat. Peskov menyebut badan pengawas nuklir dunia, Badan Energi Atom Internasional, tidak pernah menemukan bukti bahwa Iran tengah mengembangkan senjata nuklir.
Ia menyebut tuduhan tersebut digunakan “sebagai dalih untuk agresi”. Peskov juga menegaskan bahwa Rusia tidak terlibat langsung dalam konflik militer antara AS dan Iran. “Rusia tidak ikut serta dalam hal ini. Ini bukanlah perang kami.”
Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Moskow memberikan bantuan militer kepada Teheran dalam beberapa aspek, tanpa merinci bentuk dukungan tersebut.
Sementara itu, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, menyatakan bahwa Presiden Rusia telah memastikan tidak ada pembagian intelijen militer kepada Iran.
Sumber : detikcom







