Mancanegara

Zelensky Setuju Negosiasi, Perang Rusia-Ukraina Berakhir?

×

Zelensky Setuju Negosiasi, Perang Rusia-Ukraina Berakhir?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Ukraina dan Rusia Saling Serang dalam Pertemuan OSCE di Malta. (Foto : Ist.)
Ilustrasi. Ukraina dan Rusia Saling Serang dalam Pertemuan OSCE di Malta. (Foto : Ist.)

Penagar.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Kyiv siap melanjutkan proses perumusan kerangka perdamaian yang didorong Amerika Serikat untuk menghentikan konflik berkepanjangan dengan Rusia.

Dalam pernyataannya pada Selasa (25/11/2025), Zelensky menegaskan bahwa pembahasan isu paling krusial, khususnya terkait kemungkinan konsesi wilayah, harus dilakukan langsung bersama Presiden AS Donald Trump dan melibatkan negara-negara sekutu di Eropa.

Sikap tersebut muncul setelah rangkaian pertemuan intensif antara pejabat AS dan Ukraina yang berupaya memperkecil perbedaan pandangan terkait rancangan perdamaian versi Washington.

Ukraina sebelumnya menyampaikan kekhawatiran bahwa rencana tersebut dapat menempatkan mereka pada posisi yang dirugikan, termasuk potensi tuntutan penyerahan wilayah yang saat ini dikuasai Rusia.

Berbicara di hadapan para sekutu koalisi, Zelensky kembali meminta negara-negara Eropa menyusun konsep pengerahan “pasukan jaminan” ke Ukraina untuk memperkuat posisi keamanan.

Baca Juga :  Ribuan Warga Israel Tandatangani Petisi Pengakuan Palestina

Ia menekankan bahwa dukungan politik dan militer dari Barat tidak boleh goyah selama Rusia belum menunjukkan keinginan menghentikan invasi.

Zelensky mengingatkan bahwa keputusan strategis harus melibatkan Ukraina sebagai pihak yang terdampak langsung.

“Kami sangat yakin keputusan keamanan tentang Ukraina harus menyertakan Ukraina, keputusan keamanan tentang Eropa harus menyertakan Eropa… Karena ketika sesuatu diputuskan di belakang negara atau rakyatnya, selalu ada risiko tinggi hal itu tidak akan berhasil,” kata Zelensky dikutip Reuters.

Tak lama setelah pernyataan Zelensky, Gedung Putih mengumumkan langkah lanjutan. Trump menyebut bahwa pembahasan kesepakatan perdamaian kini tinggal menyisakan “beberapa poin yang tersisa dari ketidaksepakatan.”

Baca Juga :  Malaysia Respon Konflik Thailand-Kamboja

Ia menugaskan utusan khusus, Steve Witkoff, untuk menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, sementara Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll dijadwalkan bertemu pejabat Ukraina pada waktu yang bersamaan.

“Saya berharap dapat bertemu dengan Zelenskyy dan Putin segera, tetapi HANYA ketika kesepakatan untuk mengakhiri perang sudah FINAL atau dalam tahap akhir,” ujarnya.

Upaya merumuskan kerangka perdamaian tersebut kini berada di tengah tarik-menarik kepentingan.

Walau proposal telah direvisi dari 28 poin menjadi 19 poin setelah pertemuan di Jenewa, isu teritorial dan pembatasan militer Ukraina tetap menjadi hambatan utama.

Rancangan awal dari Washington banyak menuai kritik karena dianggap menekan Ukraina untuk melepas wilayah yang direbut Rusia dan menghentikan ambisinya bergabung dengan NATO — dua hal yang secara tegas ditolak Kyiv.

Baca Juga :  Abaikan Sanksi AS, India Tak Ubah Sikap soal Minyak Rusia

Sementara itu, Moskow memberi sinyal keras. Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menegaskan bahwa setiap dokumen perdamaian yang diperbarui harus sesuai “semangat dan surat” dari kesepahaman yang dibahas Putin dan Trump saat KTT Alaska.

Kremlin juga menepis proposal alternatif dari negara Eropa dan menyebutnya “sepenuhnya tidak konstruktif.”

Di lapangan, harapan menuju perdamaian masih dibayangi kondisi perang yang memburuk. Kyiv baru saja mengalami serangan besar berupa tembakan rudal dan ratusan drone Rusia semalam.

Serangan ini menewaskan tujuh orang serta kembali melumpuhkan jaringan listrik dan sistem pemanas warga.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Penagar.id. Klik disini